Banjir di Pekalongan. (Foto : JN12)
Banjir di Pekalongan. (Foto : JN12)
Banjir di Pekalongan. (Foto : JN12)
Banjir di Pekalongan. (Foto : JN12)

Pekalongan, Jowonews.com –Hujan lebat yang mengguyur wilayah pekalongan pada  Jumat sore (02/01) kemarin mengakibatkan banjir menggenangi sejumlah wilayah di kabupaten pekalongan. Terhitung sebanyak 16 desa di empat kecamatan di kabupaten Pekalongan terendam banjir. 

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengatakann banjir disebabkan meluapnya sungai sragi dan sungai meduri atau sungai mrican.

“penyebabnya karena sungai banyak ditumbuhi enceng gondok yang cukup lebat dan berakar kuat, sehingga mengganggu arus air” demikian dikatakan Bambang Sujatmiko saat dihubungi melalui telepon pada Sabtu (03/01).

Lebih lanjut Bambang menambahkan enceng gondok yang tumbuh di sepanjang sungai memang cukup lebat dan rapat. Padahal beberapa kali sudah dilakukan pembersihan oleh masyarakat sekitar melalui kerja bakti.

“sudah ada kerja bakti yang dilakukan masyarakat, namun akar enceng gondhok masih mengakar dan pemotongan hanya dilakukan dibagian atasnya saja. sehingga enceng gondhok tetap terus tumbuh ” jelas Bambang.

Air dengan ketinggian 15 – 40 cm menggenang empat desa di kecamatan Tirto, delapan desa di kecamatan wonokerto, satu desa di kecamatan siwalan dan tiga desa di kecamatan Wiradesa. Akibat genangan air ini akses transportasi ke titik tersebut terganggu. Selain itu sawah dan tambak ikan milik warga juga terendam air.Banjir juga merendam beberapa sekolah dasar, tempat ibadah dan satu balai desa di desa tegaldowo.

“meskipun tergenang air kondisi warga masih berada di rumah masing-masing.namun yang dipinggir sungai kendaraan diparkir ditempat yang lebih tinggi. sampai saat ini kami belum melakukan evakuasi” terang Bambang.

Meski belum dilakukan evakuasi, beberapa bantuan dari pemerintah telah disalurkan ke beberapa titik lokasi banjir. 

“Kami sudah kerahkan tim untuk menyalurkan bantuan sembako dan beberapa logistik. hari ini baru di beberapa desa di Kecamatan Tirto” ungkap Bambang Sujatmiko.

Untuk mencegah banjir yang lebih besar Bambang mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan kabupaten Pekalongan.Seperti dinas PSDA akan melakukan perbaikan pintu air dan pembangunan paravet atau tanggul. Selain itu juga akan ada normalisasi sungai dengan alat berat. Serta dari Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan peninggian jalan. (JN12)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here