Habib Umar : Jadi Pemimpin, Contohlah Nabi

  • Whatsapp
Peringatan Maulid Nabi di MAJT. (Foto : JN01)
Peringatan Maulid Nabi di MAJT. (Foto : JN01)
Peringatan Maulid Nabi di MAJT. (Foto : JN01)
Peringatan Maulid Nabi di MAJT. (Foto : JN01)

Semarang, Jowonews.com – Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditandai dengan tausiyah oleh salah satu tokoh islam terkemuka di Jawa Tengah, Habib Umar Muthohar. ‘’Kalau mau sukses jadi pemimpin, contohlah apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW,’’ kata Habib Umar Muthohar, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Madinah, Cepoko, Gunungpati Semarang, Sabtu (3/1).

Dia mengingatkan hal itu dalam tausiyah “Haflah Dzikra Maulid Nabi Muhammad saw 1436H” di pelataran Plaza Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Gajahraya Semarang.  Ribuan umat Islam yang datang dari berbagai penjuru memadati plaza di bawah enam payung raksasa itu.

 Acara digelar mulai bakda subuh hingga pukul 09.00. Diawali dengan pembacaan Kitab Maulud Albarzanji oleh grub rebana dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT).

Sekretaris BP MAJT Agus Fathuddin Yusuf dalam sambutanya menjelaskan, selama dua belas malam sejak 1 Rabiulawal hingga 12 Rabiulawal 1436H, MAJT menggelar dzibaan mulai bakda Maghrib hingga Isya. “Tujuannya untuk meningkatkan kecintaan mahabbah kepada Nabi Muhammad sebagai tokoh panutan sekaligus idola umat,’’ katanya.

MAJT saat ini tengah melakukan renovasi seluruh areal masjid seluas 10 hektare dengan biaya sendiri. Sejak diresmikan Presiden SBY 14 November 2006 masjid kebanggaan masyarakat Jateng itu belum pernah direnovasi. “Kami juga tengah berikhtiar untuk segera memiliki MAJT-TV sekaligus radio komersial untuk pengembangan dakwah,’’ katanya.

 Tokoh Idola

Menurut Habib Umar Muthohar, banyak anak muda yang gagal dalam hidupnya karena gagal memilih tokoh idola. ‘’Padahal kita punya idola manusia yang sempurna tanpa cela yaitu Nabi Muhammad saw,’’ katanya. Ulama kharismatik yang terkenal dengan sebutan “nah” dan “yak nah” itu mengingatkan para pemimpin di semua tingkatan termasuk pemimpin rumah tangga, agar mencontoh sifat Rasulullah.

“Pemimpin itu bukan orang sembarangan. Maka, jangan sembarangan mencari pemimpin.  Jadilah sosok pemimpin yang shiddiq (jujur), amanah (terpecaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas) seperti yang dicontohkan nabi,’’ kata Habib Umar.

Dia menyoroti pemimpin rumah tangga yang gagal mendidik anak-anaknya, berakibat lahir generasi yang berantakan. ‘’Maka bapak atau ayah sebagai pemimpin rumah tangga harus memperhatikan dan mengarahkan anak-anaknya melalui pondasi mental pendidikan agama,’’ katanya. Habib Umar menyesalkan banyak pemimpin sekarang terjerat kasus korupsi karena tidak mampu berperilaku empat sifat yang dibawa Rasulullah. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *