Pelaku Pembunuh Ayah Sendiri Kerap Mabuk dan Berwatak Keras

  • Whatsapp
Pelaku pembunuhan ayah sendiri. (Foto : JN01)
Pelaku pembunuhan ayah sendiri. (Foto : JN01)
Pelaku pembunuhan ayah sendiri. (Foto : JN01)
Pelaku pembunuhan ayah sendiri. (Foto : JN01)

DEMAK, Jowonews.com – Suparjo, adik kandung korban mengungkapkan, saat peristiwa pembunuhan itu terjadi, baik saudara maupun tetangga korban tidak ada yang mengetahui. Padahal, rumah korban dengan tetangga saling berdempetan.

 
“Tetangga saja tidak tahu. Tahunya polisi sudah datang. Rumah kakak saya itu didepan diapit rumah para tetangga. Sedangkan dibelakangnya, adalah rumah mertua kakak dan rumah Heri (anak korban yang diduga menjadi pelaku pembunuhan tersebut),”terang Suparjo saat ditemui di RSUD Sunan Kalijaga, Sabtu (3/1).
 
Saat kali pertama jasad korban ditemukan, di kamar tidur yang bersangkutan tidak terlihat bekas darah. Namun, korban sudah dalam kondisi meninggal dengan kedua tangan dalam posisi seperti orang bersedekap mirip orang salat. “Seprei tempat tidur rapi. Tidak ada darah,”katanya.
 
Suparjo mengatakan, keponakannya tersebut memiliki karakter keras dan tidak asing dengan minuman keras (miras). Pelaku sendiri telah dinikahkan setahun lalu serta telah dibuatkan rumah oleh ayahnya tersebut. Istri pelaku pun sudah hamil 5 bulan.
 
Dalam sehari-hari, pelaku diberikan pekerjaan untuk mengelola bisnis barang rongsokan. Sedangkan, korban atau ayah pelaku selain membantu bisnis sebagai pengepul rongsokan juga jualan air minum ambil atau kulakan dari Welahan Jepara.
 
Lainnya adalah usaha gas elpiji dirumahnya. Sementara, Dwi Sri Rejeki, istri korban bekerja sebagai pengepul sekam (brambut atau kulit padi) yang dikumpulkan dari selep atau penggilingan padi. 
 
Adik korban yang lain, Supardi, mengatakan, saat kejadian dirinya berada di Jakarta. “Sekitar pukul 22.30, kakak saya sempat telepon saya. Dia memberitahukan bahwa sopir yang biasa membantu bisnis angkut rongsokan diberi libur seminggu karena tahun baru. Namun, kemudian saatnya masuk tidak mau kerja dan kemudian mengundurkan diri. Mungkin mau pindah kerja ditempat lain. Kemudian, kakak saya sarankan agar mobil tersebut dijual saja lantaran tidak ada sopirnya,”katanya.
 
Menurutnya, bisnis barang rongsokan tersebut memang join antara dirinya dengan kakaknya tersebut. Usaha itu sudah berlangsung tiga tahun terakhir. Setelah memberitahukan itu, sekitar pukuk 23.51 handphone (HP) kakaknya tiba-tiba misscall lagi ke HP Supardi. “Namun, saat saya bel balik sudah tidak bisa dihubungi,”katanya.
 
Ia pun baru dikabari saudaranya yang lain sekitar pukul 03.00 dinihari terkait kejadian yang menimpa kakaknya tersebut.  Supardi mengatakan, sepekan sebelum peristiwa kemarin itu, bibit percekcokan antara kakaknya Tarmudzi dengan Dwi Sri Rejeki sudah muncul. Bahkan, dirinya sempat pulang dari Jakarta hanya untuk mendamaikan pasangan suami istri tersebut.
 
“Sebelumnya memang sering terjadi pertengkaran yang kemudian melibatkan anaknya (pelaku). Sang istri minta cerai terus. Saya tidak tahu pemicunya. Bahkan, si istri selalu telepon saya dan berharap, kakaknya itu agar cepat mati. Yakni, tidak peduli apakah meninggal akibat ketabrak mobil atau stroke. Kalau sudah mati, katanya puas. Karena itu, saya heran juga istri kok seperti itu,”ujar Supardi menceritakan pernik cek cok dikeluarga kakaknya tersebut.
 
Tetangga korban, Susanto menambahkan, sebelum ada kejadian pembunuhan itu, kondisi rumah korban baik-baik saja. Bahkan, istri korban, Dwi Sri Rejeki sempat mencari tukang pijat untuk suaminya yang kondisi badannya kurang enak tersebut.
 
“Mungkin setelah itu ada cek cok. Kita tidak tahu,”jelasnya. Dirumah duka, kemarin ratusan warga turut melayat jenazah korban. Tangisan pecah setelah jasad korban tiba dari rumah sakit untuk menjalani otopsi. Anak korban atau adik pelaku, Wati, 16, terlihat terpukul dengan kejadian yang menimpa keluarganya tersebut. Ia tampak menangis histeris yang kemudian ditenangkan keluarganya yang lain.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *