Banjir akibat tanggul jebol di Jepara
Banjir akibat tanggul jebol di Jepara
Banjir akibat tanggul jebol di Jepara
Banjir akibat tanggul jebol di Jepara

JEPARA, Jowonews.com – Tanggul Sungai Bakalan yang berlokasi di Desa Brantak Kecamatan Welahan jebol pada Jumat (2/1) malam. Jebolnya tanggul itu ditengarai karena debit air sungai tersebut meninggi.

Juhari, 55, warga desa setempat yang tinggal hanya beberapa dari lokasi tanggul mengatakan curah hujan sejak sore pukul 04.00 cukup deras. Cuaca tersebut tak berhenti hingga waktu petang.

Akibatnya, debit air di Sungai Bakalan tersebut terus meningkat hingga meluap ke pemukiman warga. Tingkat ketinggian air karena luapan mencapai satu lututorang dewasa.

Hingga kemudian tanggul jebol karena tidak kuat menahan derasnya aliran air di kawasan tersebut sekitar pukul 08.00. “Suara gemuruh air tiba-tiba terjadi. Tidak tahunya, suara tersebut berasal dari arus sungai yang menjebol tanggul,” kata Juhari.

Dari arah tanggul derasnya arus sungai Bakalan kemudian menyapu pemukiman penduduk. Ketinggian genangan air pun seketika bertambah. Air memasuki rumah warga mencapai satu meter.

Puluhan rumah warga tergenang air hingga setinggi perut orang dewasa. Ketika wartawan melakukan pantauan langsung di lokasi,genangan air mulai surut pada pukul 09.00 dibawah lutut, sementara genangan setinggi mata kaki tampak pada lokasi yang cukup berjarak dari lokasi jebolnya tanggul.

Sebuah tempat pembuatan batu bata milik warga desa setempat rusak. Tumpukan batu-bata yang tengah dilakukan proses pengeringan pun menjadi lumpur kembali rata dengan tanah.

Rumah-rumah dekat lokasi tanggul penuh dengan lumpur.

Wakil Bupati Jepara yang ditemui di lokasi mengatakan, kualitas tanggul memang jauh dari standard. Pihaknya mengaku sudah mengintruksikan Dinas PU bidang pengairan untuk melakukan perbaikan dengan kualitas baik.

“Kami telah mengoordinasikan dengan SKPD yang berwenang agar melakukan perbaikan. Tak hanya itu, kami juga mengontak Gubernur Jateng untuk membantu karung sebagai penahan darurat tanggul agar air tak terus menggenangi pemukiman,” terang Subroto.

Dikatakan panjang jebolnya tanggul sekitar sepuluh meter. Tanggul tersebut baru memasuki masa pemeliharaan.

“Pengerjaan tanggul sebenarnya baru selesai akhir Desember. Karena kualitasnya buruk sehingga mudah dilumat banjir,” tandasnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here