Sidak tanggul Jebol di Jepara. (Foto : JN01)
Sidak tanggul Jebol di Jepara. (Foto : JN01)
Sidak tanggul Jebol di Jepara. (Foto : JN01)
Sidak tanggul Jebol di Jepara. (Foto : JN01)

JEPARA, Jowonews.com – Kualitas bangunan di Jepara bisa dinilai sangat buruk. Hujan semalam yang mengguyur Kota Ukir mengakibatkan air yang melintasi Sungai Desa Brantaksekarjati meluap.

Luapan ini mengakibat jebolnya tanggul di sungai desa tersebut. Padahal bangunan tanggul itu selesai sepakan yang lalu. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Jepara Subroto saat sidak ke lokasi banjir pukul 23.00 Jumat(2/1).

Dari hasil sidaknya tanggul tersebut baru dibangun, berupa bronjong dan diisi batu. Belum ada penahan air semacam talud. ”Talud itu baru dikerjakan dan selesai sepekan lalu. Pembangunan bronjong itu jelas tidak sempurna, belum ada taludnya,” ujarnya agak kesal.

Pengerjaan yang tak sempurna ini, Subroto menduga ada penyunatan pembangunan proyek.
”Jelas real di lapangan, pembangunan proyek itu dipotong,” ungkapnya.

Sidak yang dilakukan bersama wartawan,, talud yang jebol mencapai 40 meter dengan lebar satu meter. Akibat jebolnya talud ini sebanyak 87 kepala keluarga (KK) malam itu terendam air setinggi antara 1­1,5 meter. Walaupun terendam, KK di Brantasekarjati tetap beraktivitas di rumah masing­masing. ”Pagi ini kelihatannya sudah surut,” ujarnya.

Karena KK yang terdampak tak mau mengungsi, lanjutnya, maka bantuan tak bisa diambil dari jaminan hidup tetapi dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Atas musibah ini, Subroto melakukan pertemuan mendadak bersama Sekda, Badan Penanggulangan Bencana Alam daerah (BPBD), dan forum komunikasi pimpinan daerah. ”Tadi pak Sekda saya suruh mencairkan dana untuk penanggulangan bencana. Yang penting bagaimana KK yang terkena dampak banjir bisa makan,” tegasnya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here