Sungai Jebol. (Dok.jowonews)
Sungai Jebol. (Dok.jowonews)
Sungai Jebol. (Dok.jowonews)
Sungai Jebol. (Dok.jowonews)

SEMARANG, Jowonews.com – Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir, menyebabkan sungai Beringin yang meluap dan mengancam 300 rumah warga di empat RW yang berada di Kelurahan Mangunharjo, kecamatan Tugu kota Semarang.

Banjir setinggi kurang lebih 1 meter tersebut juga merendam beberapa rumah milik warga dan sebuah puskesmas pembantu. Selain itu banjir yang terjadi pada Sabtu (3/1) dini hari kemarin, membuat jalan utama menuju Kelurahan Mangunharjo lumpuh lantaran dipenuhi oleh lumpur. Banjir juga  merusak 4 tanggul irigasi dan mebuat 30 hektar sawah milik warga mengalami kerusakan.

Camat Tugu,M. Zenuar mengatakan jalan banjir yang terjadi kelurahan Mangunharjo akibat meluapnya sungai Beringin. Walaupun hujan terjadi  tidak terlalu lebat. Namun kiriman air dari daerah atas membuat debet air sungai sangat tinggi. ” Banjir berdampak pada 4 RW kelurahan Mangunharjo, kelurahan Mangkang Wetan pun juga kena dampaknya walaupun kecil. Selain itu banjir juga merusak 4 titik saluran irigasi yang membuat 30 hektar sawah yang baru ditanam mengalami kerusakan,” katanya kepada wartawan, Sabtu (3/!).

Menurut dia, banjir sering terjadi di Wilayah Mangkang Wetan dan Mangunharjo lantaran belum dilakykannya normalisasi sungai Beringin yang mengalami pendangkalan. Sehingga jika debet air tinggi, sungai tersebut akan meluap dan merusak beberapa tanggul yang melindungi rumah warga. ” Kalau tanggul sungai Beringin jebol, banjir akan meluas. Saat ini normalisasi masih terkandala pembebasan lahan yang masih kurang 10 persen,” tandasnya.

Menginat masih tingginya curah hujan, berharap ditahun ini normalisasi sungai Beringin bisa cepat terlaksana. ” Nomaliasi juga terkendala tidak jelasnya pemilikan tanah. Selain itu juga masih ada sengketa lahan antar ahli waris,” pungkasnya.

Suhali,55, warga Mangunharjo, berharap agar agar tanggul sungai Beringin diperkuat. Pasalnya meluapnya sungai tersebut selalu mengancam rumah,sawah dan tambak miliknya. ” Beberapa minggu lalu baru ditanami bibit padi, sekarang rusak karena talut irigasi jebol. Talut irigasi  dibangun secara swadaya, sehingga kekuatannya sangat lemah dan rawan jebol,” keluhnya.

Untuk mengantisipasi banjir sususan, Dinas PSDA Kota Semarang, Satpol PP dan warga sekitar memperbaiki tanggul irigasi yang jebol dengan trucuk bambu dan menutupnya dengan karung yang diisi pasir.Selain itu, juga meninggikan tanggul sungai Beringin yang meluap.

Sementara Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menurunkan 2 unit mobil pemdam kebakaran untuk memberishkan lumpur setinggi hamir 20 centimeter yang menutupi jalan utama menuju Kelurahan Mangunharjo. Akibat banjir ini, diperkirakan kerugian warga mencapai puluhan juta rupiah.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here