Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)
Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)
Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)
Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)

Surakarta, Jowonews.com – Kalangan Dewan menilai bahwa kualitas air sungai di Jawa Tengah sudah mengalami penurunan sebagai akibat pencemaran air. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Rodhi usai menggelar kegiatan reses masa persidangan III di Solo, baru – baru ini

Menurut Rodhi, berdasarkan pengukuran di 35 kabupaten/kota, dengan titik sampel pada tiga lokasi pengukuran yaitu kawasan perumahan, kawasan industri dan kawasan padat lalu lintas, menunjukan bahwa Total Partikel Debu (TSD) melebihi batas ambang baku mutu, sementara nilai SO2, NO2 dan CO masih di bawah baku mutu udara ambien.

“Baku mutu antara lain, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS) dan Fosphat,” tandas Rodhi di sela – sela masa reses tersebut.

Rodhi juga menyampaikan bahwa masalah utama pengendalian emisi GRK (Gerakan Rumah Kaca) di Jawa Tengah, antara lain, proses industri yaitu industri yang menghasilkan emisi adalah semen, kaca, peleburan logam dan karbonasi.

Kemudian juga pengelolaan limbah yang belum mengadopsi teknologi yang tepat seperti sanitary land fill untuk TPA dan pengomposan, serta sistem sanitasi yang menggunakan sistem cubluk.“Selain itu, energi terkait dengan penggunaan energi dan sebagainya,” pungkas politisi PKS ini. (JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here