Pasar Wonosobo Terbakar. (Foto : JN12)
Pasar Wonosobo Terbakar. (Foto : JN12)
Pasar Wonosobo Terbakar. (Foto : JN12)
Pasar Wonosobo Terbakar. (Foto : JN12)

Wonosobo, Jowonews.com-Pasca kebakaran yang melanda Pasar Induk Wonosobo beberapa waktu lalu, pemerintah kabupaten Wonosobo menyediakan lapak untuk pedagang pasar. Menurut Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Wonosobo Triantoro lapak tersebut merupakan lapak sementara yang akan digunakan aktifitas jual beli selama pasar yang baru belum direnovasi.

 ”Pemerintah daerah akan membangun seribu lapak disisi barat pasar, sedangkan sisanya akan disediakan di lokasi pasar yang tidak terbakar yakni di sisi timur. Lapak ini sifatnya gratis untuk pedagang” kata Triantoro di Wonosobo, Sabtu (03/01).

 Hal ini dikarenakan ada 2.960 pedagang yang kehilangan los dan kios karena habis dilalap api.

 

Namun, lapak yang sejatinya dapat dipakai oleh pedagang pasar pada 31 Desember 2014 lalu ternyata hingga kini belum bisa digunakan. Hingga saat ini lapak- lapak tersebut belum selesai dibangun dan masih dalam tahap pengerjaan.

 

Triantoro beralasan curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menjadi kendala prose pembangunan lapak sementara.

 

” Sesuai kesepakatan Pak Bupati Kholiq Arif dengan Persatuan Pedagang,  pembangunan lapak akan diundur 10 hari kedepan. karena memang akhir-akhir ini curah hujan masih tinggi” jelas Triantoro.

 

Triantoro menambahkan , paling tidak para pedagang dapat menggunakan lapak untuk aktifitas jual beli pada 11 januari 2015 mendatang. Sedangkan lokasi lapak akan dibangun agak jauh dari titik pasar yang terbakar meski masih di sisi barat pasar Induk Wonosobo.

 

”Pedagang memang tidak boleh berjualan dekat bekas pasar yang terbakar karena untuk revitalisasi rencananya pasar akan dirobohkan” terang Triantoro.

 

Lebih lanjut, Triantoro meminta para pedagang untuk tidak membuka lapak sendiri dan menunggu lapak yang dibuatkan pemerintah. Jika ada yang melanggar maka oknum tersebut akan dikenai sanksi.

 

”Selain itu, kami juga akan memberikan sanksi kepada pedagang yang mengkapling-kapling lapak sesuai keinginannya sendiri dan memperjual belikannya” tegas Triantoro.

 

Dalam kesempatan ini, Triantoro atas nama pemkab Wonosobo juga meminta pedagang dan masyarakat untuk bersabar dan tidak bertindak gegabah. Pihaknya berjanji akan menyelesaikan pembangunan lapak tepat waktu.

 

Sementara itu, terkait pembangunan lapak baru Triantoro mengaku jika pemerintah Kabupaten Wonosobo menargetkan revitalisasi pasar yang terbakar pada akhir tahun 2015 ini.

” targetnya akhir tahun 2015 ini selesai, dengan anggaran maksimal 83 miliyar rupiah” pungkas Triantoro. (JN12)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here