Semarang, Jowonews.com – Pemkot Semarang terkesan tertutup mengenai pembelian Gedung Oudetrap atau lebih dikenal Gudang Gambir yang ramai diberitak media saat ini.

Diketahui belakangan ini ada 10 nominasi gedung yang hendak dibeli pemkot. Setelah ditelusuri, hanya tiga yang ditawarkan, yaitu Gudang Gambir, Marabunta, dan Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI). Dari hasil apraisal, hanya satu yang penawaran harganya sesuai, yaitu Gudang Gambir.

Fakta yang terungkap kemudian bahwa harganya diatas Rp8 miliar. Dari penelusuran wartawan, pemkot ternyata mengeluarkan uang lebih besar untuk membeli Gudang Gambir, yakni Rp8,7 mliar.

‘’Dari apraisal muncul harga Rp8,7 miliar. Akhirnya dibeli sesuai apraisal,’’ kata sumber internal DPKAD Kota Semarang. Pelaksanaan pembelian dilakukan pada tanggal 31 Desember 2014 lewat transfer.

Ketika dikonfirmasi pada Kepala Bidang Aset DPKAD Kota, Imam, yang bersinggungan langsung dengan pengadaan asset pemerintah, enggan memberi keterangan secara jelas. Imam tak bersedia memberikan keterangan rinci dengan alasan pembelian Gudang Gambir merupakan masalah sensitif. ‘’Bukan tak mau menjawab, tapi ini masalah sensitif,’’ ujarnya.

Begitu pula Asisten 1 Setda Kota Semarang Eko Cahyono tak berkomentar soal proses pembelian Gudang Gambir tersebut. Dia hanya menegaskan, setelah dibeli Gudang Gambir nantinya akan digunakan untuk pusat kegiatan yang berkaitan dengan Kota Lama.

‘’Selain itu kami juga akan memberi contoh kepada investor, dalam rencana pengembangan Kota Lama, termasuk dalam pemeliharaan dan renovasi gedung,’’ katanya.(JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here