Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)
Ilustrasi Raskin. (Foto : Pacitanku)

DEMAK, Jowonews.com—  Buruknya kualitas beras raskin yang sempat menghebohkan Demak beberapa waktu lalu, akhirnya menjadi sorotan anggota DPRD Demak. Anggota dewan meminta pemerintah dalam hal ini Bulog untuk mengganti beras raskin yang selama ini mereka edarkan ke seluruh desa di Demak.

Sebab, beras raskin ini memang sangat tidak layak untuk dikonsumsi warga. Hasil temuan DPRD Demak, buruknya kualitas raskin tersebut ternyata merata di semua kecamatan.

Menurut Anggota Komisi B DPRD Demak Farodhi, pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan jeleknya kualitas raskin yang diterima warga. Mulai yang berwarna kuning kehitam hitaman, pecah-pecah atau beras menir, berbau apek, hingga berkutu.

Tentunya kualitas raskin yang jelek ini melukai rakyat miskin, dan Bulog harus menggantinya dengan beras yang lebih baik lagi, apalagi warga khawatir jika mengkonsumsi raskin tersebut dapat menyebbkan keracunan.

Ditambahkannya bahwa jumlah raskin yang diterima warga sebanyak 20kg  per KK, dengan nilai harga Rp 6500/kg. Murahnya raskin tersebut mengakibatkan kualitasnya menjadi jelek dan tak layak konsumsi.

“Semestinya pembelian raskin disesuaikan harga beras lokal yakni Rp 8500/kg, sehingga kualitasnya semakin baik, meskipun kuotanya lebih sedikit,” ujarnya, Senin kemarin.

Harga raskin yang disesuaikan denganharga setandar beras Demak, akan lebih mudah pengawasannya. Selain itu, juga dapat memutus jual beli beras menir serta memutus mata rantai mafia beras.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here