Pasar Ngabul Ditutup, Pedagang Pilih Berjualan Dipinggir Jalan

  • Whatsapp
Pedagang pasar ngabul berjaualan di pinggir jalan
Pedagang pasar ngabul berjaualan di pinggir jalan
Pedagang pasar ngabul berjaualan di pinggir jalan
Pedagang pasar ngabul berjaualan di pinggir jalan

JEPARA, Jowonews.com – Meskipun Pasar Ngabul Kecamatan Tahunan ditutup paksa oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dan melarang adanya aktifitas jual beli di pasar, pedagang tetap tidak mau untuk pindah ke Pasar Ngabul baru. Selasa (6/1) pagi, pedagang kecil seperti bumbu, sayur, makanan memilih menjajakan dagangannya dipinggir jalan di depan Pasar Ngabul.

Sementara pedagang lain membersihkan dan memindahkan tempat jualannya dalam pantauan aparat keamanan seperti Satpol PP, Polisi dan TNI.

Bacaan Lainnya

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Ngabul, Karminah mengatakan, meski secara resmi telah dtutup, ia bersama rekan rekannya yang lain memilih tetap bertahan di pasar lama.

“pasar ini sudah menjadi bagian dalam hidup kami, sehingga hingga kini belum ada alas an untuk pindah ke pasar baru. Selain itu, kami sejak awal tidak ada kaitannya dengan pasar yang baru,sehingga kita akan tetap bertahan dengan tempat yang seadanya,” ujarnya diamini oleh pedagang yang lain.

Karminah menambahkan, dia bersama dengan pedagang kecil lainnya memang mendapatkan perlakuan khusus dengan digartiskan biaya jika menempati pasar baru. Namun baginya, hal itu tidak begitu saja membuatnya berniat untuk pindah. 

Anggota Paguyuban Pedagang Pasar Ngabul Abdul Rozak menyatakan, paguyuban telah meminta pedagang untuk pindah ke pasar baru. Akan tetapi, mereka lebih memilih untuk tetap bertahan dan tidak mau pindah.

“Pemerintah seharusnya melihat ini, jangan hanya memaksakan kehendak untuk menutup pasar, sementara hasil dari gugatan di PTUn juga belum keluar,” ujarnya.
 
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pedagang, lanjut Rozak, paguyuban untuk sementara akan menyediakan lahan miliknya   yang berada di belakang Indomaret untuk digunakan sebagai tempat berjualan.

“Kita ada tiga petak lahan, pertama seluas 3 ribu m2 dan dua lainnya masing- amisng 1.500 m2,” imbuhnya.

Rozak menambahkan, untuk petak pertama seluas sekitar 3 ribu m2, menurut perhitungannya sudah cukup untuk menampung sekitar 148 pedagang kecil yang ada di Pasar Ngabul.

Mulai selasa (6/1) ini, paguyuban dibantu relawan sudah mempersiapkan lapak untuk nanti digunakan berjaualan pedagang. “jika semua berjalan lancar, kita perkirakan dalam dua hari ini sudah bisa digunakan berjualan pedagang. Kita kasihan melihat mereka berjualan dipinggir jalan, sehingga sebagai solusinya kita buatkan rempat berjualan sementara sampai ada keputusan resi dari PTUN,” jelasnya.

Lebih lanjut Rozak berandai- andai, jika PTUN memenangkan gugatannya maka paguyuban akan membangun pasar ngabul lama dengan swadaya dari pedagang. Semnetara jika kalah, mereka tetap akan bertahan berjaualan di lokasi baru itu.
  
Sementara itu, kondisi Pasar Ngabul Baru hingga Selasa (6/1), masih terlihat sepi. Hanya terlibat beberapa pedagang saja yang sudah membuka ki0s dan dagangannya. Sedangkan los panjang yang disedikan gratis bagi para pedagang kecil, masih terlihat kosong dan belum ditempati. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *