Kotak Peternak Lebah di Kendal. (Foto : JN09)
Kotak Peternak Lebah di Kendal. (Foto : JN09)
Kotak Peternak Lebah di Kendal. (Foto : JN09)
Kotak Peternak Lebah di Kendal. (Foto : JN09)

Kendal, Jowonews.com – Para peternak lebah di Kendal mengalami kesulitan mengembangkan usahanya. Hal itu karena makin menyempitnya lahan dan permodalan.

Lahan pembiakan lebah yakni tanaman kapuk randu sudah banyak yang ditebang. Akibat makin berkurangnya lahan untuk mengembangkan lebah peternak terpaksa mengembangkan lebah hingga Pasuruan, Probolinggo, dan Jepara.

“Di daerah tersebut masih banyak dijumpai tanaman kapuk randu dan bunganya sebagai makanan lebah,” ujar salah satu peternak lebah Musyafak, Rabu (7/1/2015).

Musyafak mengaku sebelum pohon randu ditebang diganti tanaman lain para peternak lebah banyak mengembangkan di Batang dan Kendal. Dulu di dekat Pantai Celong, Gringsing, Batang masih banyak tanaman kapuk randu. Karena banyak tanaman kapuk randu, peternak lebah menggembalakan lebah ke lokasi tersebut. Kini ribuan tanaman randu disulap menjadi tanaman tanaman tebu.

Diakui diantara tanaman yang menghasilkan bunga, tanaman randu paling bagus menghasilkan madu. Pertumbuhan lebah juga cukup bagus.

“Karena tanaman randu makin langka lebah digembalakan di areal kebun jagung dan rambutan,” ujar Musyafak.
Diakui untuk mempertahankan usaha beternak lebah dia kini lebih banyak menggembalakan lebah di daerah Parakan (Temanggung) dan Jepara. Terkadang lebah miliknya yang ditempatkan dalam kotak digembalakan hingga Pasuruan dan Probolinggo, Jatim. (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here