Deretan mobil hasil kejahatan ini ada STNK dan BPKB palsunya yang dibuat oleh sindikat.
Deretan mobil hasil kejahatan ini ada STNK dan BPKB palsunya yang dibuat oleh sindikat.
Deretan mobil hasil kejahatan ini ada STNK dan BPKB palsunya yang dibuat oleh sindikat.
Deretan mobil hasil kejahatan ini ada STNK dan BPKB palsunya yang dibuat oleh sindikat.

SALATIGA, Jowonews.com– Dari hasil pengungkapan kasus sindikat kejahatan mobil, Polres Salatiga menemukan bukti baru bahwa, banyak BPKB aspal yang diduga dijaminkan ke bank. Sehingga potensi kerugian yang ditimbulkan mencapai puluhan miliar rupiah.

Kapolres Salatiga, AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan, potensi kerugian akibat ulah sindikat pemalsu BPKB mobil berdasarkan perhitungan dari estimasi harga mobil rata-rata Rp 150 juta per unit dan bila dijaminkan hutang dan cair 50 persen dari harga itu, bisa mencapai puluhan miliar rupiah.

“Potensi kerugian akibat ulah sindikat pemalsu BKPB ratusan mobil yang terungkap dari Salatiga ini bila dihitung dengan perkiraan angka mencapai puluhan miliar. Kalau satu unit harganya Rp 150 juta dan dicairkan melalui bank rata-rata mendapat uang pinjaman 50 persen dari harga. Jumlah itu terjadi di seluruh Indonesia karena ratusan BPKBpalsu ini berada dijaminkan di lembaga perbankan,”ujar Kapolres kepada wartawan, Rabu (7/1).

Kapolres menambahkan, pihaknya masih menyelidiki lembaga perbankan yang diduga menjadi korban BPKB palsu tersebut. Untuk wilayah Jawa Tengah menurutnya, belum mengarah apakah BPKB palsu tersebut dijaminkan ke perbankan milik negara atau lembaga pembiayaan (lising).

“Kami masih melakukan pendalaman penyelidikan,” imbuhnya.

Ditambahkan Kapolres,  dalam waktu dekat, polisi akan melacak keberadaan mobil yang jumlahnya ratusan mobil yang diduga ber-BKPB palsu yang kini tersebar di luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan.

Sementara itu pasca gelar pengungkapan kasus pemalsuan dokumen kendaraan bermotor (mobil) oleh Polres Salatiga, sejumlah warga yang mengaku kehilangan mobil mendatangi Kantor Polres Salatiga. Mereka memastikan keberadaan mobil mereka yang disinyalir turut disita sebagai barang bukti lantaran menjadi ulah kejahatan sindikat ini.

Noni (45) warga Perum Tegalrejo Permai V, Salatiga, meyakini salah satu mobil yang disita tersebut merupakan mobilnya yang sudah setahun lalu hilang dicuri di depan rumahnya.

Noni menjelaskan, mobil Daihatsu Xenia Silver dengan B 2150 GV mirip dengan ciri-ciri mobil xenia silver yang menjadi salah satu mobil sitaan dari sindikat tersebut.

“Mobil saya sudah setahun lalu hilang. Kalau dilihat dariciri-cirinya saya yakin diantaranya terdapat mobil saya. Saya masihmenunggu cek nomor rangka dan nomor mesinnya,” kata Noni kepadawartawan saat di Mapolres Salatiga.

Diberitakan sebelumnya, Polres Salatiga berhasil membongkar sindikat  pelaku kejahatan mobil tingkat nasional. Mulai dari mobil-mobil bodong hasil kejahatan hingga surat-surat palsu untuk menunjang mobil gelap tersebut.

Dari kerja keras ini, petugas meringkus empat tersangkanya dan mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya 24 mobil berbegai jenis, ratusan lembar dokumen palsu, ratusan stempel palsu dan sebagainya.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here