Illustrasi
Illustrasi

Kendal, Jowonews.com – Jumlah guru di Kendal yang sudah bersertifikasi baru sekitar 55 persen. Dari sekitar 20 ribu guru negeri dan swasta, baru 11 ribu yang sudah bersertifikasi. Ke depan, semua guru harus sudah bersertifikasi. “Tiap tahun kita selalu menggelar ujian agar semua guru yang memenuhi syarat bisa mendapatkan sertifikasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kendal Muryono saat penyerahan sertifikasi kepada 450 guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK di pendopo kabupaten tadi pagi. Muryono mengaku sertifikasi yang dilaksanakan bertujuan meningkatkan profesionalisme guru. Dengan diajar guru yang profesional, kualitas pendidikan makin meningkat. Dikatakan para guru yang sudah memiliki masa kerja selama lima tahun bisa mengikuti ujian sertifikasi. Terhadap guru yang sudah bersertifikasi pun pihaknya tetap melakukan evaluasi untuk mengetahui kualitas para guru. Jika dalam evaluasi itu kualitasnya tidak memenuhi syarat, tunjangannya bisa diusulkan dihentikan. “Tapi evaluasi yang kami lakukan untuk lebih meningkatkan kualitas mengajarnya,” ujar Muryono. Sementara itu Sekretaris Komisi D DPRD Kendal M Zaenudin menilai selama ini belum ada peningkatan signifikan guru bersertifikasi terhadap kualitas mengajar. Selama ini ada kesan guru mengejar sertifikasi hanya untuk menambah penghasilan bukan meningkatkan kualitas mengajar. “Sehingga mereka yang sudah bersertifikasi terkadang ogah-ogahan mengajar bahkan sering bolos,” ujar Zaenudin. Karena itu pihaknya berharap Dinas Pendidikan selalu memantau kualitas guru yang sudah bersertifikasi. Bahkan dinas harus tegas jika ada guru yang sudah bersertifikasi namun tidak ada kemajuan dalam mengajar bisa dianulir. (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here