Ilustrasi LPG
Ilustrasi LPG
Ilustrasi LPG
Ilustrasi LPG

JEPARA, Jowonews.com – Warga Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyatamatan, Kamis (8/1) menggelar demo di depan pangkalan elpiji yang ada di wilayah setempat. Aksi demo ini merupakan buntut kekecewaan warga karena selalu kesulitan mendapat pasokan elpiji bersubsidi.

Aksi demo digelar di depan gudang elpiji milik agen dan pangkalan PT Thoiron Ababil yang lokasinya di sekitar Pasar Kalinyamatan. Warga berkerumun di depan gudang distributor itu sembari membawa tabung elpiji 3 kg.

Aksi ini sendiri mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian setempat. “Saya lihat persediaan lpg 3 kg masih ada, mengapa untuk beli saja susah,” kata salah seorang warga, Mahmudi.

Warga peserta demo mayoritas adalah kalangan rumah tangga. Namun ada juga kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memang berhak membeli elpiji bersubsidi tersebut.

Warga lainnya, Aminah mengatakan bisa memaklumi jika agen PT Thoiron Ababil tidak bisa langsung menjual kepada konsumen. Sebab agen memang mendistribusikan elpiji tersebut ke pihak pangkalan. Dan pihak pangkalan yang meneruskan ke konsumen.

Namun, kata Aminah, selain berstatus sebagai agen, PT Thoiron Ababil juga memiliki pangkalan. Pangkalan tersebut atas nama Mufalihah. Oleh karena itu, mestinya juga bisa melayani langsung penjualan elpiji 3 kg ke konsumen.

“Saya memiliki kartu pembelian elpiji 3 kg yang terdaftar di pangkalan milik Mufalihah. Tapi tetap susah membeli elpiji di sana. Padahal kalau sudah terdaftar di salah satu pangkalan, maka kita juga lebih susah lagi membeli di pangkalan lain. Kalau pangkalan ini tidak bisa melayani maka lebih baik ditutup saja,” sesalnya.

Agen PT Thoiron Ababil yang dimiliki pasangan suami istri Ghofar – Mufalihah merupakan salah satu distributor elpiji kelas kakap di Jepara. Tiap hari, rata-rata PT Thoiron Ababil mendapat pasokan sekitar 6 leading order (LO) atau sebanyak 560 tabung. Atau jika dihitung tiap hari ada 3360 tabung elpiji di agen tersebut.

Kasubag Perekonimian Daerah pada Bagian Perekonomian Setda Jepara Sidik YT yang turun ke lokasi pun menggelar mediasi dengan sejumlah pihak terkait persoalan ini. Hasilnya, pangkalan elpiji 3 kg milik Mufalihah akan ditutup. Penutupan pangkalan Mufalihah ini akan resmi berlaku mulai, Jumat (9/1).

“Nanti akan dipasang spanduk jika pangkalan ini sudah ditutup,” ucapnya.

Ditanya soal alokasi elpiji 3 kg jatah pangkalan Mufalihah yang tiap hari berkisar antara 50 – 100 tabung, menurut Sidik akan dibagi ke sejumlah pangkalan lain yang ada di Desa Purwogondo. Berdasar aturan, jika ada satu pangkalan yang ditutup, maka jatah elpijinya tidak boleh didistribusikan ke luar desa.

Namun harus tetap berada di kawasan yang bersangkutan. “Kalau masih satu desa tidak masalah,” tandas Sidik.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here