Tarif PDAM Temanggung Bakal Naik

  • Whatsapp
Ilustrasi PDAM. (Foto : IST)
Ilustrasi PDAM. (Foto : IST)
Ilustrasi PDAM. (Foto : IST)
Ilustrasi PDAM. (Foto : IST)

TEMANGGUNG, Jowonews.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agung Kabupaten Temanggung kembali mengajukan kenaikan tarif dasar air (TDA) sebesar Rp50, setelah pengajuan yang sama belum disetujui Bupati pada akhir tahun 2013.

“Kami ajukan kembali. Sebab pengajuan yang sama pada akhir tahun 2013 lalu belum disetujui,” kata Direktur PDAM Tirta Agung Temanggung, Edi Sucahyo, Rabu (7/1) kemarin.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, karena usulan penyesuaian tarif sudah disetujui DPRD Kabupaten Temanggung maka untuk pelaksanaan penyesuaian tarif 2015 perlu mengusulkan pada Bupati. “DPRD sudah setuju, tinggal Bupati saja,”terangnya.

Ia menyebutkan besaran penyesuaian tarif, yakni sebesar delapan persen atau naik Rp50 per meter kubik dari harga dasar air saat ini Rp650 per meter kubik. “Harga dasar Rp650 disesuaian menjadi Rp700 per meter kubik. Sehingga kecil sekali. Kami hanya menyesuaikan inflasi saja,”katanya.

Ia mengatakan, pengajuan kenaikan TDA sebesar delapan persen tersebut diajukan, untuk penyesuain diri adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan nilai rupiah terhadap dolar yang semakin melemah.

Hal ini katanya, sangat berpengaruh pada biaya operasional. Karena dengan naiknya dollar terhadap rupiah, harga pipa peralon dan peralatan lainnya juga ikut naik. Namun, demikian sampai saat ini pihaknya juga masih melakukan evaluasi terkait dengan kenaikan tarif dasar air tersebut.

“Kenaikan tarif masih kita evaluasi, apalagi dolar naik, BBM juga naik. Padahal harga barang-barang untuk buat pipa pvc seperti biji besi masih import. Kita khawatir harga-harga tambah naik,”jelasnya.

Saat ini katanya, harga air PDAM Temanggung termasuk paling murah di Jawa Tengah. Karena di Wonosobo yang menjadi tetangga Temanggung telah mencapai Rp1.200 per kubik. “Jika usulan kami sudah disetujui.  Penyesuaian tarif dilaksanakan pada Maret atau April 2015,”katanya.

Ia berharap, pelanggan bisa memaklumi rencana kenaikan tarif dasar air yang akan diberlakukan oleh PDAM. Karena saat ini biaya operasinal PDAM dari hari ke hari semakin meningkat. “Saya rasa masyarakat bisa memaklumi kenaikan ini. Apalagi kenaikan hanya Rp50 per meter kubik saya rasa tidak terlalu berat,”tandasnya.

Ketika ditanya soal keruhnya air PDAM beberapa pekan terakhir, ia mengatakan, hal tersebut karena pipa milik PDAM yang berada di kecamatan Kledung putus.  Sehingga tanah masuk dalam pipa dan menyebabkan
keruhnya air. “Pipa di Desa Tlahab dan Kruwisan Kecamatan Kledung putus karena longsor. Selain keruh beberapa hari juga mati, tapi sekarang sudah mulai normal kembali,”katanya.

Sementara itu Candra (29) Warga Seroyo Temanggung yang juga sebagai pelanggan PDAM Tirta Agung  menuturkan, jika memang PDAM mau menaikkan tarif dasar air harus disertai dengan tingkat pelayanannya.

“Memang saat ini harga BBM sudah naik. Tapi kami berharap jika PDAM mau menaikkan tarif dasar air harus juga di sertai dengan peningkatan pelayanan terhadap pelanggan,” pintanya.

Terkait dengan rencana PDAM yang akan menaikkan tarif dasar Air sebesar Rp50 per meter kubik ia mengatakan, Rp50 rupiah memang tidak terlalu besar. Tapi jika penggunaan air dalam satu bulan mencapai 30 meter kubik kenaikan juga lumayan juga. “Kalau menurut saya wajar-wajar saja. Tapi harus disertai dengan pelayanan
yang memuaskan,”pintanya lagi.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *