Warga Berkelamin Ganda Gemparkan Tegal

  • Whatsapp
Warga berkelamin ganda di tegal dikunjugi Aleg DPR RI FIkri Faqih. (JN03)
Warga berkelamin ganda di tegal dikunjugi Aleg DPR RI FIkri Faqih. (JN03)
Warga berkelamin ganda di tegal dikunjugi Aleg DPR RI FIkri Faqih. (JN03)
Warga berkelamin ganda di tegal dikunjugi Aleg DPR RI FIkri Faqih. (JN03)

Tegal, Jowonews.com – Tiga warga Desa Sokasari, Kecamatan Bumijaya, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki alat kelamin ganda. Ketiganya adalah satu keluarga, yaitu Jakaria (11), adik kandungnya Topan (4) dan Nur Iman (2). Ke tiga kakak-beradik ini diakui mengalami kelainan sejak sejak dilahirkan.

“Saya punya anak 6 orang. Kempatnya mengalami kelainan kelamin ganda sejak dilahirkan, dan yang dua normal,”. Jelas Torikin (42) ayah mereka yang hanya bisa pasrah mendapati situasi itu.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Santi (25), sepupu ke enam anak itu, dua tahun lalu mengalami kejadian serupa. Dan sesuai hasil pemeriksaan tim dokter RSUP dr Karyadi, kecenderungan genetikanya Santi adalah perempuan. Dan telah dioperasi alat kelaminnya menjadi perempuan.

Seni (39), ibu Jakaria, mengatakan awalnya bingung menentukan kelamin ketiga anaknya itu. Namun akhirnya keluarganya sepakat memperlakukan naka-anaknya sebagai laki-laki dalam pergaulan di lingkungannya.

 Disela-sela kunjungannya memantau bencana di Bumijawa (03/01/2015), anggota DPR RI, Drs. H. Fikri Faqih, MM menyempatkan berkunjung ke rumah Torikin.

“Saya prihatin dengan peristiwa ini. Walau terbilang langka, ini permasalahan kemanusiaan. Saya akan berkordinasi dengan pihak terkait, agar permasalahan serupa tidak hanya konsumsi berita saja, tapi menjadi perhatian serius instansi terkait”, Paparnya.

Fikri melanjutkan, “Walaupun di DPR saya di Komisi VIII, yang tidak ada sangkut pautnya dengan Kesehatan, tapi kasus ini masih bisa beririsan, karena masih menyangkut permasalahan ibu dan anak. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi lintas Komisi untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata pria asal Tegal ini.

Sementara itu, Perangkat Desa Sokasari, Ulumudin, mengatakan ketiga warganya itu perlu bantuan dari berbagai pihak untuk melakukan operasi.

“Kejadian ini berulang seperti dua tahun yang lalu. Kondisi warga sangat tidak mampu. Dulu, untuk memeriksakan ke tiga anak ini, paling tidak kami butuh dana minimal 1,5 juta setiap datang ke RS. Kariadi Semarang. Dan kami cari kesana kemari untuk memenuhi kebutuhan tersebut.” papar Carik ini berharap berbagai pihak bisa membantu kasus warganya ini. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *