Judi Togel marak di Salatiga. (Foto : JN01)
Judi Togel marak di Salatiga. (Foto : JN01)
Judi Togel marak di Salatiga. (Foto : JN01)
Judi Togel marak di Salatiga. (Foto : JN01)

SALATIGA, Jowonews.com – Di Kota Salatiga peredaran judi togel juga marak. Namun demikian, para penjual tidak secara vulgar menjajakan ‘dagangannya’.

Mereka bekerja secara sembunyi-sembunyi dan cenderung yang mereka layani orang yang sudah dikenal.
Bagaimana bagi orang awam atau ‘pemain baru’ yang ingin pasang togel.
Dari penelusuran Jowonews, jika ada orang tak dikenal ( pemain baru), bisa nitip pasang dengan orang sudah biasa pasang. Atau mereka beli dengan mengajak orang yang sudah familier dengan penjualnya.

“Bagi orang yang belum dikenal, tiba-tiba mau pasang togel, sulit, karena penjual juga takut dikira petugas. Harus nitip atau ngajak orang yang sudah biasa pasang,” ujar Rony nama samaran yang biasa pasang togel.

Saat wartawan menyamar hendak pasang togel kepada penjual  di sekitaran Sidomukti, penjual tidak mau dan mengatakan sudah tidak berjualan.

Mereka sangat khawatir, penulis adalah petugas yang menyamar. Sehingga cari aman, ia megatakan sudah tidak berjualan.

Apa yang dilakukan pengecer ini sangat beralasan. Karena mereka sadar betul, yang diincar petugas selama ini hanya yang di lapangan saja, alias para pengecer alias kroconya saja, sedangkan yang duduk manis, pengepul atau bandar  belum banyak yang tersentuh hukum.

Ada dua cara bagi para para penjual dalam menjajakan togelnya. Pertama door to door atau jemput bola. Jadi pengecer tak segan-segan untuk menemui calon pembelinya di rumah atau ketemuan di lokasi yang sudah ditentukan. Tentu pembelinya itu adalah pelanggannya.

“Saya berjualan melayani pelanggan yang sudah saya kenal saja, kalau orang asing, saya tidak berani melayani,” kata salah seorang penjual.

Cara pembelian manual, pemasang akan mendapatkan secarik kupon atau girik warna putih. Dulu ukuran kertas togel seukuran kertas rokok ( untuk linting rokok).

Namun saat ini, ukuran diperkecil jadi separo ukuran kertas linting rokok. Alasannya lagi-lagi supaya tidak vulgar dan lebih praktis.

Selain dengan cara manual, pasang dengan kupon, sesuai perkembangan jaman, pasang togel via sms atau BBM.  Cara ini selain di pandang lebih aman, juga sebagai bentuk antisipasi terhadap tangkapan petugas.

Namun pasang togel dengan handphone ini, hanya untuk kalangan terbatas. Antara pembeli dan penjual sudah sangat kenal dan percaya.

Penjualnya pun hanya melayani pembelian via sms atau BBM dengan pelanggannya saja, tidak sembarang orang dilayani. Istilahnya untuk kalangan terbatas.

Mekanisme selanjutnya, setelah penjual atau pengecer, ada tingkatan diatasnya lagi, seperti supervisor lah bila dalam marketing. Namun untuk togel istilahnya pengepul. Nomer basangan dari para pembeli, oleh penjual di rekap. Berapa jumlahnya nomer basangan dan berapa uangnya. Hasil dari penjualan itu, kemudian diserahkan kepada pengepul.

Pengepul disini juga ada dua, pengepul yang mandiri istilahnya (mbandari dewe), serta pengepul yang merupakan kepanjangan tangan langsung dari bandar.  Untuk pengepul mandiri, artinya mereka tidak menyetorkan nomer dari pengecer ke bandar.

Namun dipegang sendiri. Konsekwensinya, bila nomer itu tembus, maka pengepul itu yang membayarnya. Namun bila nomer dari pemasang meleset, maka keuntungan bagi pengepul itu karena ia mendapat uang dari basangan para pembeli.

Sedangkan pengepul yang merupakan kepanjangan tangan dari bandar, mereka digaji oleh  Bandar  yang tugasnya mengumpulkan nomer dan uang dari para pengecer togel.

Hasil rekapan dan uang dari para pengecer kemudian diserahkan kepada bandar.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here