Jajanan sekolah tak sehat
Jajanan sekolah tak sehat

KENDAL, Jowonews.com – Jajanan berbahaya mulai mengancam anak-anak sekolah. Para penjual sangat pandai dalam mengelabui para siswa. Tidak jarang terjadi keracunan. Sebagai upaya antisipasi dan pencegahan kasus serupa Lembaga Pendidikan Ma’arif Kendal berencana mengandeng Dinas Kesehatan Kendal  mencanangkan pendidikan madrasah diniyah yang sehat.

Ketua LP Ma’arif Kendal Ibnu Darmawan meminta Pemkab Kendal bisa diajak kerja sama. “Ini untuk kesehatan para siswa, calon penerus bangsa,” ujarnya dalam kuliah umum pembukaan pelatihan guru madin LP  Maarif Kecamatan Pegandon dan pelantikan pengurus Kelompok Kerja Madrasah Diniyah Wusto (KKMDW) di MTs NU 06 Sunan Abinowo di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon, Minggu (11/1).

“Para pedagang ini menjual makanan ringan yang biasa dibeli oleh anak-anak didik. Sehingga anak-anak bebas membeli makanan yang disukainya,” katanya.

Lanjut Ibnu, berbagai himbauan sering disampaikan kepada para pedagang, supaya menjual makanan yang sehat dan tidak mengandung resiko bagi pembelinya.

“Mulai 2015 ini, kami menggandeng  Dinkes Kendal untuk memberikan pengarahan dan penyuluhan kepada para pedagang yang biasa berjualan di sekitar lokasi lembaga pendidikan,” pintanya.

Tidak lepas dari pengawasan, tenaga pendidik Ma’arif seringkali memberikan pembelajaran kepada siswanya agar jajan tidak sembarangan dan harus mengerti dampak kesehatan bagi tubuh mereka. Menurutnya, selama ini banyak jajanan tidak sehat yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi tubuh yang dijual bebas.

Untuk itu pihaknya meminta kepada guru madin supaya ikut mengawasi jajanan yang dijual pedagang di sekitar lembaga pendidikan.

“Nantinya kami akan mengumpulkan para pedagang untuk diberi penyuluhan dari Dinas Kesehatan Kendal, agar mereka menjual makanan atau jajanan yang sehat dan tidak membahayakan kesehatan bagi siswa didik,” ungkapnya.

Ditambahkannya, Kesehatan bagi anak didik maupun kesehatan lingkungan pendidikan mejadi faktor yang paling utama. Hal itu dimaksudkan agar selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi lebih semangat dan sehat.

Dijelaskannya, makanan ringan sejenis  jajanan yang biasa di jual pedagang keliling ini sangat rentan dan rawan bagi penjual yang benar-benar jujur dalam berjualan.

 Ada juga penjual jajanan yang curang, yakni dengan mencampuri pewarna maupun bahan kimi lain yang bisa membahayakan pagi pembelinya. (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here