JEPARA, Jowonews.com- Sistem saluran air di lingkungan perkotaan Jepara terbilang buruk. Hal ini terbukti pada beberapa hari terakhir ini ruas jalan-jalan di Kecamatan Kota Jepara banyak digenangi air, ketika diguyur hujan. Seperti di Alun-alun Jepara, selalu direndam air ketika diguyur hujan deras. Selokan yang mengitari kawasan jantung kota ukir itu tak mampu menampung tingginya debit air hujan.

Penyebab air hujan meluber ke jalan bundaran alun-alun karena terjadi sedimentasi di Kali Wiso dan sungai di sekitar kawasan pusat kota. Ketika terjadi curah hujan tinggi kapasitas sungai tersebut tak kuat menampung limpahan air. Jika ingin meraih adipura kencana Kaliwiso sepanjang kurang lebih satu hingga tiga kilometer harus dikeruk.

“Normalisasi Kaliwiso tak dapat berjalan maksimal. Hal ini karena talut Kali Wiso yang yang pondasinya ternyata tidak menghujam hingga ke bawah,” ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Fatkhur Rohman, Senin (12/01).

Menurutnya, Pemkab tidak memaksakan pengerukan lebih dalam karena dikhawatirkan bila hal itu dilakukan akan membuat talut ambrol. “Pengerukan memang perlu dilakukan menghadapi musim hujan. Namun terkendala pembangunan talut yang kurang ideal sehingga tak dapat kami paksakan,” katanya.

Selain lubang-lubang drainase telah termakan proyek peninggian jalan. Banyak lubang drainase di trotoar yang diameternya tinggal separuh bahkan ada yang tinggal sepertiga saja. Faktor lain juga karena, banyak bangunan dan gedung-gedung di perkotaan, yang memplester trotoar. Dengan pemlesteran itu tak memberikan air dari jalan menuju ke saluran air.

Genangan juga terjadi karena buruknya infrastruktur. Seperti kerusakan jalan. cekungan-cekungan aspal yang terjadi karena tingginya bobot kendaraan. Saat hujan tiba cekungan itu banyak juga diisi air hujan.

Hal itu yang menyulitkan air untuk langsung cepat tersalurkan ke drainase perkotaan. Luberan juga kemungkinan terjadi karena saluran-saluran air tertutup yang jarang sekali dinormalisasi.

Pengguna jalan, Ahmad Jamil, (56) mengatakan, drainase kota mestinya diperhatikan khususnya menjelang musim hujan tiba.
Dianalogikan, pusat kota menjadi model bagi kawasan-kawasan lain. Maka dari itu, penataan drainase di kota mesti dilakukan secara ideal.

“Harapan saya, penataan drainase kota maupun sejumlah ruas jalan lainnya juga ditata lebih baik lagi supaya pada musim hujan jalan tidak banjir. Jalan merupakan akses penting untuk kegiatan ekonomi,” katanya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here