Kendal, Jowonews.com – Mantan Bupati H Hendy Boedoro mengkritik pembangunan yang dilaksanakan dibawah kepemimpinan Widya Kandi Susanti.

Hendy menilai pembangunan yang selama ini dilaksanakan tidak menggunakan model skala prioritas. Sehingga hasil pembangunan kurang maksimal.

“Saat saya menjabat bupati jalan-jalan mulus semua baik yang ada di kota dan desa,” ujar Hendy saat tampil di acara yang digelar Komunitas Wartawan Kendal (Kawal) di pendopo kabupaten tadi pagi.

Menurut Hendy kerusakan jalan yang merata di seluruh wilayah Kendal disebabkan pemkab tidak memiliki skala prioritas dalam membangun. Mestinya jika menggunakan skala prioritas kerusakan jalan bisa diperbaiki tuntas selama masa satu periode. Bahkan dia dulu tidak terlalu lama untuk membangun kerusakan jalan yang ada.

Hendy berpesan ke depan pemkab harus bekerja lebih keras lagi untuk memperbaiki kerusakan jalan. Kerusakan jalan bisa diperbaiki menggunakan anggaran dar pemprov dan APBN. Jika hanya mengandalkan APBD II dana yang tersedia tidak cukup.

“Dulu saya harus sering kirim proposal ke Jakarta untuk mengucurkan dana bagi Kendal,” ujar mantan suami Bupati Widya Kandi Susanti ini.

Berkat kerja keras sering ke kementerian sambil membawa proposal kucuran dana dari pemerintah pusat cukup deras mengalir. Bahkan Kendal pernah menduduki peringkat pertama kabupaten di Jateng yang paling besar mendapat kucuran dana dari pusat.

Sementara itu Bupati Widya Kandi Susanti mengatakan pihaknya telah menyediakan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk memperbaiki kerusakan jalan. Namun penyediaan dana sebesar itu menuai kritik Gubernur Ganjar Pranowo. Oleh Ganjar pemkab diminta menambah dana lagi hingga mencapai Rp150 miliar atau 10 persen dari seluruh dana APBD. (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here