Pedagang Tunggu Realisasi Pasar Buah di Jepara

  • Whatsapp
Pasar ngabul jepara (foto : jeparahariini)

JEPARA, Jowonews.com – Pedagang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara segera merealisasikan rencana pembuatan pasar induk buah di eks Pasar Ngabul lama. Selama ini Wakil Bupati Jepara Subroto sering menyebut jika Pasar Ngabul lama akan dibangun pasar induk buah pada tahun 2015 ini.

Demikian disampaikan oleh ketua Paguyugan Pedagang Pasar Ngabul Sugiarto. Menurut dia, kini pedagang menunggu realisasi rencana itu.

Bacaan Lainnya

“Dalam negosiasi terakhir dengan Pak Subroto, Pemkab Jepara menyatakan akan memperhatikan pedagang kecil dengan membangun pasar induk buah. Sehingga pedagang berharap pemkab tidak mengingkari janjni itu. Kalau bisa dipercepat malah lebih baik. Pedagang akan bisa kembali berjualan,” ujar  Sugiarto didampingi beberapa pengurus paguyuban, Senin (12/01).

Dikatakan Sugiarto, sambil menunggu realisasi pembangunan pasar induk buah, pedagang kini sudah membuat tempat penampungan sementara untuk berjualan.

“Kita tegaskan kembali, paguyuban tidak membuat pasar tandingan. Melainkan hanya tempat penampungan sementara agar pedagang bisa tetap berjualan. Pasalnya untuk membuat pasar baru tentu banyak hal yang harus diurus termasuk izin dan lain sebagainya, sehingga yang ada hanyalah penampungan sementara,” jelasnya.

Sugiarto menambahkan, pembuatan tempat penampungan sementara itu dilakukan atas upaya swadaya dari pedagang. Hal ini karena sehari pasca perintah pengosongan Pasar Ngabul, pedagang berjualan di trotoar di depan pasar dan menolak untuk pindah ke pasar baru.

Namun setelah itu, muncul larangan berjualan di trotoar dan bahu jalan dari pemerintah. “Akan tetapi, aturan larangan berjualan di trotoar jalan ini hanya diberlakukan di Pasar Ngabul saja. Sebab di tempat – tempat lain banyak yang seperti itu dan tidak ditertibkan,” jelasnya.

Lokasi penampungan sementara itu berada di tanah milik Abdul Rozak, pengurus paguyuban pedagang Pasar Ngabul yang berada di belakang Indomaret Ngabul. Tanah seluas sekitar 3 ribu m2 itu sudah dibuat tempat penampungan sementara untuk berjualan pedagang kecil.

“Kita yang berada di paguyuan dituntut untuk memberikan solusi kepada pedagang yang tidak mau pindah ke pasar baru, sehingga tempat penampungan sementara ini dibuat agar mereka tetap mempunyai penghasilan. Kini setidaknya sudah ada 400 pedagang kecil yang sudah menempati tempat penampungan sementara itu,” imbuhnya,(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *