Rukma dan Rustri Berikan kesaksian. (Foto : JN05)
Rukma dan Rustri Berikan kesaksian. (Foto : JN05)
Rukma dan Rustri Berikan kesaksian. (Foto : JN05)
Rukma dan Rustri Berikan kesaksian. (Foto : JN05)

Semarang, Jowonews.com – Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi dimintai keterangan dalam sidang lanjutan kasus korupsi dana Bansos bidang keagamaan dan bidang pendidikan Tahun 2008 dari pemprov untuk Kabupaten Kebumen di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/1). Selain Rukma, saksi lain yang dimintai keterangan dalam sidang tersebut ialah mantan Wakil Gubernur Jateng Rustriningsih.

Keduanya dimintai keterangannya dalam perkara dengan terdakwa Rahmat, mantan Kades Kedungjati, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.
Dalam keterangannya, Rustriningsih mengatakan dirinya tidak mengetahui seluruh proposal permohonan bantuan yang ditujukan kepada Pemprov Jateng atau Gubernur Jawa Tengah.
Rustriningsih menambahkan bahwa dirinya yang saat itu menjabat sebagai bupati tidak ikut bertanggung jawab berkaitan dengan pengajuan proposal bansos, pasalnya bupati tidak memberi rekomendasi kepada pemohon bantuan.
Sementara itu, Rukma Setyabudi mengatakan pada 2008 lalu dirinya memang menjadi Ketua Komisi D DPRD Jateng. 
Rukma juga dimintai keterangan perihal pemotongan bansos yang diduga melibatkan mantan sopirnya yang bernama Bagong. “Kalau Bagong, saya kenal karena dia mantan sopir saya. Dia bekerja pada saya pada 2004 sampai awal 2007. Jadi, setelah itu saya tidak tahu apa yang dilakukan dia,” kata politikus PDI Perjuangan itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pemotongan dana Bansos bidang keagamaan dan bidang pendidikan dari Pemprov Jawa Tengah untuk Kabupaten Kebumen terjadi Tahun 2008, menyeret mantan Kades Kedungjati, Rahmat sebagai terdakwa. 
Rahmat berperan sebagai orang yang mengumpulkan para Kades penerima bantuan dari Gubernur Jateng.
Dana bansos tersebut selanjutnya dipotong dengan besaran beragam dengan total mencapai Rp635 juta. (JN05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here