IFEX 2015. (Foto : IFEX)
IFEX 2015. (Foto : IFEX)
IFEX 2015. (Foto : IFEX)
IFEX 2015. (Foto : IFEX)

JEPARA, Jowonews.com– Puluhan perusahaan furniture asal Kabupaten Jepara yang tergabung dalam Assosiasi Meubel dan Kerajinan Indonesia (Amkri) siap mengikuti pameran furniture berskala internasional dalam Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang akan digelar 12 – 15 Maret 2015 di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Berdasarkan register yang dimiliki oleh penyelenggara, hingga pertengahan Januari ini sudah ada 30 perusahaan asal Jepara yang akan ikut dalam pameran ini. Jumlah ini diproyeksi akan bertambah sekitar 20 perusahaan lagi. Demikian disampaikan oleh  General Menejer Dyandra UBM Internasional Sae Tanangga Karim, selaku even organizer pameran ini, Selasa (13/01) di Jepara.

Menurutnya, 30 perusahaan ini belum termasuk perusahaan yang ikut dalam paviliun Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah. Di paviliun Jateng ini setidaknya ada sekitar 60 perusahaan se- Jawa Tengah yang menempati area seluas 1100 m2.  “Jika tiap perusahaan disediakan area 20 m2, maka di paviliaun jawa tenagh aka nada sekitar 60 perusahaan. Di dalamnhya tentu ada yang berasal dari Jepara,” jelasnya di sela-sela tehnical meeting IFEX 2015 di Rumah Makan Maribu Jepara.

Sae Tanangga menambahkan, di pavilion Jawa Tengah akan mengusung konsep khas Jawa Tengah. Dimungkinkan berbagai produk unggulan Jawa Tengah akan dihadirkan di pavilion ini. “Nanti juga akan ada demo mengukir dari Jepara, membatik, tari-tarian hingga kuliner khas Jawa Tengah disajikan,” imbuhnya.

Di dalam IFEX 2015 ini, lanjutnya, selaian diikuti oleh perusahaan asal Jawa Tengah, ada sekitar 430 perusahaan lain se Indonesia akan berpartisipasi dalam even akbar ini. Bahkan 37 perusahaan dari 13 negara seperti Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, Taiwan, China hingga Malaysia akan turut serta. “Hingga kini dari sekitar 19 ribu m3 lahan yang akan digunakan sebagai tempat pameran, hanya tersisa 3-4 persennya saja, sisanya sudah penuh,” katanya.

 Lebih lanjut Sae Tanangga menjelaskan, dalam pameran furniture IFEX 2015 ini panitia menargetkan nilai transaksi on the spot sekitar 300 juta USD dan secara keseluruhan sekitar 900 ribu -1 juta USD. “Dengan buyer yang mencapai 1057 dari 72 negara, kita optimis target nilai transaksi ini bisa tercapai,” harapnya.

IFEX 2015 ini, katanya, akan dibuka oleh presiden RI Joko Widodo yang memang mempunyai latar belakang sebagai seorang pengusaha meubel.  “Pameran furniture ini mendapat respon dan dukungan penuh dari pemerintah,” jelasnya.

​(JN01)​

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here