Posko keagamaan bantu korban longsor banjar. (Foto : JN01)
Posko keagamaan bantu korban longsor banjar. (Foto : JN01)
Posko keagamaan bantu korban longsor banjar. (Foto : JN01)
Posko keagamaan bantu korban longsor banjar. (Foto : JN01)

BANJARNEGARA, Jowonews.com   – Pengabdian tanpa pamrih dalam pemulasaraan sebanyak 99 jenasah korban tanah longsor di Dukuh Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara oleh 191 personil tim Posko Keagamaan yang dibentuk Kemenang Banjarnegara, kini menuai apresiasi dari masyarakat luas, termasuk para ulama serta Kemenang Jateng, saat mengunjungi posko tersebut, Senin (12/1).

Mereka terdiri Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Ali Mufiz yang juga mantan Gubernur Jateng, Ketua MUI Jateng Dr KH Achmad Darodji, Kabid Urais Kemenang Jateng Saifullah, Imam Besar Masjid Agung Semarang KH Azim Wasyik, Sekretaris Badan Pengelola MAS Ir KH Khammad Maksum, Ketua IPHI Jateng Harsono, Pengurus Taikmir Masjid Baiturrahman Semarang H Nawawi dan Bendahara Gatyt Imam Syafi’i.
Kepala Kemenang Banjarnegara Farhani menjelaskan misi utama posko keagamaan selain pemulasaraan jenasah yang tertimbun longsoran, juga melakukan trauma healing terhadap korban terutama terhadap anak-anak. Para dai, penyuluh agama dan modin, sesuai bidangnya aktif terlibat menghibur para korban. Setiap sore mengajar ngaji untuk anak, malamnya memimpin pengajian yasin tahlil.
Terkait pemulasaraan jenasah, bila jenasah dalam keadaan normal, utuh, itu tak ada masalah. Tetapi, korban yang semuanya tertimbun longsor, begitu di evakuasi tim, kebanyakan dalam kondisi rusak, sudah bau dan kulit, daging pada mengelupas. Dalam situasi inilah, tim bekerja agar jenasah tetap terawat dengan baik. 191 personil, dibagi dalam tiga shift.
Kerja tim posko keagamaan ini, ternyata mendapat simpati dan apresiasi masyarakat luas, hingga bantuan pun mengalir mulai dari material hingga uang, termasuk kunjungan para ulama Jateng yang membantu pendanaan. Semua bantuan tersebut, kata farhani, dilaporkan kepada posko utama sehingga tak terjadi tumpang tindih.
Ketua BP MAJT Jateng Ali Mufiz menyatakan salud atas kerja tangkas posko keagamaan yang dilandasi semangat kemanusiaan tinggi. Aksi nyata posko ini, katanya, patut menjadi contoh bila suatu saat terjadi musibah. Sebab, ketika Merapi meletus di Yogya dan Jawa Tengah sekitarnya, tsunami di Jateng, termasuk longsor di Sijeruk, model posko keagamaan seperti ini belum ada.
Ali Mufiz minta agar Kemenang Jateng membentuk posko keagamaan ini di setiap daerah, diberi pelatihan teknis, agar ketika terjadi bencana seperti Banjarnegara, tim dapat bergerak cepat dan tangkas dalam membantu korban, dari aspek yang tak ditangani tim SAR. Pelatihan pemulasaraan jenas hingga program trauma healing, perlu diadakan.
Menurut Ali Mufiz, dari pengumpulan dana kemanusiaan untuk korban longsor Banjarnegara, pihaknya telah menyepakati sebagian besar akan disalurkan untuik membantu misi posko keagamaan, untuk tetap memberi pendidikan keagamaan kepada anak-anak, orang tua selama ini pengungsian serta membantu pembangunan masjid, mushola serta lembaga pendidikan keagamaan di relokasi.
Saat ini, dana yang terkumpul mencapai Rp 220 juta, yang diperkirakaan akan terus bertambah. Pengumpulan dana dimotori MAJT, Masjid Baiturahman dan Masjid Agung Semarang.

Kepala Bidfang Urusan Agama Islam (Urais) Kemenang Jateng Saifullah mengatakan, Kemenang Jateng sangat merespons prestasi posko keagamaan dalam membantu korban bencana di Banjarnegara. Semuya masukan para dari para ulama, akan ditindaklanjuti untuk memprogramkan pelatihan-pelatihan terkait trauma healing serta pemulasaraan jenasah.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here