Takmir Masjid Semarang Kunjungi Pengungsi Longsor Banjarnegara

  • Whatsapp
Takmir Masjid Semarang Kunjungi Pengungsi Longsor Banjarnegara. (Foto : JN01)
Takmir Masjid Semarang Kunjungi Pengungsi Longsor Banjarnegara. (Foto : JN01)
Takmir Masjid Semarang Kunjungi Pengungsi Longsor Banjarnegara. (Foto : JN01)
Takmir Masjid Semarang Kunjungi Pengungsi Longsor Banjarnegara. (Foto : JN01)

BANJARNEGARA, Jowonews.com  – Rencana relokasi korban tanah longsor di Dukuh Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, mulai ada kesepakatan. Saat rombongan ulama Jawa Tengah dipimpin Ketua Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (BP MAJT) Drs Ali Mufiz MPA mengunjungi para pengungsi, menyaksikan proses musyawarah antara Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno bersama 27 KK pengungsi, di Posko Pengungsian, Senin (12/1).

 Semula, Pemkab Banjarnegara menyiapkan relokasi di Desa Sanjaran, Kecamatan Karangkobar. Namun, saat Wabup Hadi Supeno mengkonfirmasi kesediaaan warga, mereka serentak menolak. Meski, di lokasi tersebut setiap warga akan mendapat kapling seluas 150 meter persegi, lengkap dengan bangunan rumah, fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Bacaan Lainnya

 “Pertimbangannya, tanah di lokasi tersebut lembek, tak baik untuk pemukiman,” jelas Marwito, Ketua RT 5/RW 1, Dukuh Jemblung yang mengalami longsor.

Wabup Hadi Supeno kemudian menanyakan relokasi mana yang diminta warga, mereka kompak menjawab di Dukuh Suren, Desa Sambas, Kecamatan Karangkobar. Di areal seluas 5000 meter persegi, dengan harga tanah per meter persegi Rp 400.000.

 Atas keinginan warga, akhirnya Wabup menyatakan menerima aspirasi para pengungsi, dengan catatan ada rekomendasi dari pakar geologi, bahwa di lokasi dimaksud, aman untuk tempat hunian. “Sebab syarat relokasi harus mendapat rekomendasi dari pakar geologi,” katanya, yang disambut setuju semua warga di pengungsian.

 Para ulama yang mengunjungi selain Ali Mufiz yang juga mantan Gubernur Jateng, juga Ketua MUI Jateng Dr KH Achmad Darodji, Kabid Urais Kemenang Jateng Saifullah, Imam Besar Masjid Agung Semarang KH Azim Wasyik, Sekretaris Badan Pengelola MAS Ir KH Khammad Maksum, Ketua IPHI Jateng Harsono, Pengurus Taikmir Masjid Baiturrahman Semarang H Nawawi dan Bendahara Gatyt Imam Syafi’i.

 Ali Mufiz menyatakan trenyuh atas mudahnya proses musyawarah dalam menentukan calon relokasi. “Tak lebih dari 10 menit, ini berkat para ulama ikut menyaksikan proses musyawarahnya,” katanya.

 Dalam kunjungan yang juga dihadiri Kasdim Banjarnegara Mayor Inf Ahmad dan Kepala Kemenang Banjarnegara Farhani, para ulama Jateng menyempatkan menghibur para pengungsi, agar tetap ceria, gembira, dan melupakan derita.

Sebelumnya, rombongan ulama Jateng diterima Bupati Banjarnegara Sutejo Slamet Utomo SH Mhum, di Pendopo kabupaten serta meninjau lokasi longsor didampingi Wabup Hadi Supeno. Ali Mufiz atas nama takmir tiga masjid besar di Jateng (MAJT, Baiturrahman Semarang dan Masjid Agung Semarang)  menyerahkan bantuan logistik dan uang tunai untuk korban longsor di Dukuh Jemblung.

 Pengumpulan dana yang diprakarsai tiga masjid, jumlah sementara terkumpul Rp 220 juta. Pemanfaat selain membantu logistik juga untuk membantu pembangunan masjid dan mushola serta tempat pendidikan keagamaan di calon relokasi. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *