KAJEN, Jowonews.com -Setelah tiga hari dilakukan pencarian, bocah 6 tahun yang tenggelam di sungai Dukuh Kalisih, Desa Kalijambe Kecamatan Sragi ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Selasa (13/1) pagi. Jenazah bocah bernama Akbar Yudiono tersebut ditemukan sekira 500 meter dari lokasi tenggelam, tepatnya di Dukuh Gandulan Lor Desa Kalijambe.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan Bambang Sudjatmiko mengatakan, tubuh korban ditemukan sudah mengambang di sungai dengan kondisi membengkak, Selasa (13/1) sekira pukul 09.10.

“Kami, tim SAR gabungan, TNI dan polri, langsung melakukan pencarian. Mulai Minggu (11/1) sore sampai pukul 19.00, dilanjutkan Senin (12/1) mulai pukul 07.00 sampai pukul 18.00, dilanjutkan lagi Selasa (13/1). Akhirnya ditemukan pukul 09.10,” terangnya, Selasa 13/1).

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Kalijambe sebelum diserahkan ke pihak keluarga.

“Ada sekira 80 personil yang diturunkan, penyusuran mulai dari titik kemungkinan tenggelam sampai kali Sragi, ujung Utara. Jaraknya sekira setengah kilometer,” imbuhnya.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan AKP Guntur Tri Harjani mengatakan, dengan ditemukannya pakaian korban di tepi sungai diduga korban memang sengaja ingin masuk ke sungai. Oleh karena itu, dugaan penyebab tenggelam adalah tidak bisa berenang. Sebab, selain kedalaman sungai mencapai lima meter, serta kuatnya arus sungai saat kejadian.

Tubuh bocah yang diketahui tidak sekolah lantaran mengalami keterbelakangan mental itu, mengalami luka lebam pada bahu kiri. Diduga karena benturan benda keras saat terseret arus.

“Lantaran ternggelam, perut korban membesar karena kemasukan air,” imbuhnya.

Dari keterangan tim mesid di Puskesmas Kalijambe, tidak ditemukan adanya yanda-tanda penganiayaan. Sebagaimana diberitakan, lepas dari pengawasan orang tua, seorang bocah berusia enam tahun tenggelam di sungai Desa Kalirejo Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan.

“Awalnya sama saya, lalu saya tinggal sholat, setelah sholat saya makan. Lalu saya kembali ke sungai, tapi anak saya sudah tidak ada,” kata Kastono, 40 ayah korban saat ditemui di rumahnya.

Mengetahui hal itu, Kastono pun kelimpungan lantaran hanya menemukan pakaian anaknya berupa kaos, celana dan sandal, di tepi sungai. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke kepolisian dan upaya pencarian dilakukan bersama tim SAR gabungan. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here