foto : www.semarang.bisnis.com
Bencana Banjir di Jawa Tengah tahun 2014, foto : www.semarang.bisnis.com
Bencana Banjir di Jawa Tengah tahun 2014

KUDUS, Jowonews.com – Hujan yang begitu deras selama dua hari terakhir mengakibatkan beberapa wilayah Kabupaten Kudus sudah ada yang mengalami kebanjiran. Senin (12/1) wilayah Desa Ngembal Rejo Kecamatan Bae dan kemarin giliran Desa Temulus Kecamatan Mejobo yang kebanjiran.

Ada tiga titik di Kecamatan Mejobo yang mengalami kebanjiran yakni di Desa Mejobo, Desa Temulus, Desa Payaman dan Desa Gulang. Empat daerah tersebut sempat ditinjau langsung Wakil Bupati Kudus Abdul Hamid, Kalahar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bergas Catursasi Penanggungan, Ketua Komisi C DPRD Kudus Agus Imakuddin dan jajaran SKPD lainnya.
Abdul Hamid saat meninjau di RT 2/RW 3 Desa Temulus Kecamatan Mejobo mengatakan segera dicarikan solusi agar daerah tersebut aman dari banjir. Dia juga mengatakan sudah menyiapkan dana sekitar Rp 2 miliar untuk menanggulangi banjir tersebut.
“Banjir terjadi karena terkena luapan dari sungai Peceho yang jaraknya kurang lebih 3-4 kilometer. Kita tinjau lebih dulu pangkal atau penyebab banjir tiap tahunnya yang melanda daerah ini. Dan kemungkinan akan dibuatkan sudetan untuk aliran luapan sungai Paceho, kita langsung rapatkan dengan SKPD terkait,” jelasnya.
Banjir  di Desa Temulus yang saat ini menenggelamkan separuh rumah milik Solekan ini sering terjadi banjir. Bahkan tahun lalu tinggi air mencapai 2 meter dan warga mengungsi di pondok pesantren Al Amin yang lokasinya disekitar rumah-rumah warga.
Hal ini dikatakan warga Desa Temulus, Adnan Kasogi mengatakan, bahwa banjirnya selalu parah dari RW I,II dan III. Menurutnya, daerah tersebut merupakan wilayah cekungan.
”Sering kebanjiran dan kemarin ketinggian airnya terbilang tidak begitu parah. Biasanya, kalau terjadi hujan terus menerus ketinggian air bisa sampai dua meter lebih. Tapi, jika sudah ditinjau dari pemkab apalagi Wakil Bupati sendiri yang datang ada harapan untuk mengatasi banjir didaerah ini,” jelasnya.
Sementara dari ketua Komisi C DPRD Kudus, Agus Imakuddin mengatakan Kecamatan Mejobo menjadi sorotan dalam mengatasi banjir. Karena, setiap kali masuk musim penghujan terjadi banjir dan hampir seluruh wilayah yang di kecamatan tersebut tergenang.
”Ini bukan hanya sampah yang memicu terjadinya banjir tapi juga dari pendangkalan sungai sehingga saat hujan debit sungai tidak bisa menampung secara maksimal sehingga air meluap dan mengenai rumah-rumah warga. Kemungkinan ini akan dibuat sudetan aliran sungai yang diarahkan ke sungai Juwana I.  (JN04)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here