Pohon Angsana di Ruas Jalan di Kendal
Pohon Angsana di Ruas Jalan di Kendal
Pohon Angsana di Ruas Jalan di Kendal

KENDAL, Jowonews.com – Jalan Pantura Kendal banyak yang rusak parah dan berlubang. Hal ini terjadi selain curah hujan tinggi, juga karena kualitas aspal yang tidak baik. Kondisi ini diperparah oleh beban kendaraan tidak standart atau melebihi tonase.

Dari pantauan Jowonews dilapangan, dimusim penghujan saat ini jalan raya jalur  pantura Kendal mulai banyak ditemukan beberapa ruas jalan berlubang. 

Beberapa titik jalan berlubang tersebut diantaranya  di daerah Truko Kecamatan Kangkung, Pucangrejo Kecamatan Gemuh, Brangsong Kecamatan Brangsong, dan Karang tengah Kecamatan Kaliwungu.

Sabar (45) warga Gemuh mengatakan, bahwa kerusakan jalan raya pantura biasanya disebabkan daya beban angkut kendaraan berat yang melebihi batas kapasitas, selain itu disaat musim penghujan guyuran air  sangat rentan terhadap kekuatan aspal. Sehingga mudah mengelupas dan akhirnya berlubang.

“Kondisi jalan terutama di daerah ini memang sering berlubang. Akibatnya, dengan kondisi seperti itu menyebabkan rawan terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Ditambahkan Sabar, bagi pengguna jalan yang melintas setidaknya harus ekstra hati-hati. Terlebih ketika hujan sangat deras, biasanya kendaraan seperti bus antar kota antar provinsi melaju kencang dan asal-asalan. Bagi pengguna jalan dan pengendara lain bisa menjadi imbasnya, akibat kecerobohan para pengemudi bus tersebut.

“Tidak hanya semprotan air yang disebabkan putaran roda kendaraan, namun laju kendaraan bisa menjadi  pemicu timbulnya kecelakaan, karena ulah sopir yang ugal-ugalan,” tandasnya.

Sementara itu, Arvian (38) salah seorang pengguna jalan mengaku prihatin dengan kondisi jalan raya di jalur pantura Kendal rusak karena berlubang. Selain menyebabkan rawan kecelakaan, juga berpengaruh pada kendaraan cepat rusak.

“Seperti yang saya alami sendiri, ban kendaraan menjadi tidak center dan gampang bocor, meski ban roda kendaraan tidak terkena paku maupun benda runcing lainnya,”katanya.

Seharusnya dinas terkait, kata dia, harus cepat dan tanggap mengantisipasi kerusakan jalan berlubang tersebut. Sebab, jalan raya pantura Kendal itu merupakan akses jalan utama penghubung antar kota dan provinsi di Jawa.

“Bagaimana akan nyaman dan aman bagi pengguna jalan, jika kondisi jalan rusak dan berlubang,” keluhnya.

Terpisah, Kepala UPTD Wilayah 1 Dinas Bina Marga Kendal Yusuf Irmawanto mengatakan kegiatan pengerjaan penambalan jalan sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu di tahun 2014. Namun, penambalan jalan dilakukan secara skala prioritas. Hal itu dilakukan agar akses utama jalur pantura Kendal bebas kendala dan arus lalu lintas menjadi lancar.

“Sebenarnya di wilayah kabupaten Kendal ini banyak sekali jalan rusak, tapi kami tetap memperhatikan intensitas dan efisiensi waktu. Mengingat  anggaran dana yang diperlukan untuk perawatan jalan tidak sedikit,” tegasnya.(JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here