Rencana PLTU Batang. (Foto : IST)
Rencana PLTU Batang. (Foto : IST)
Rencana PLTU Batang. (Foto : IST)
Rencana PLTU Batang. (Foto : IST)

BATANG, Jowonews.com- Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia, berdirinya PLTU sangatlah dibutuhkan. Maka dari itu perlu banyak pengorbanan demi kemaslahatan ummat. Salah satunya dengan mengorbankan tanahnya untuk pembangunan PLTU kepada pemerintah dengan diniati ibadah.

Hal tersebut dikatakan oleh Habib Syeh Abdul Qodir Asegaf dari Solo dalam acara Jawa Tengah Bersholawat yang digelar di halaman makam Syeh Maulana al Maghribi di Pantai Ujung Negoro Kecamatan Kandeman, tepat disebelah lokasi pembangunan PLTU Batang, Rabu (14/1) malam.

Habib Syekh mengatakan pengorbanan dalam melepas lahan untuk pembangunan PLTU Batang tidaklah gratis. Melainkan mendapatkan ganti rugi. Selain ganti rugi dari pemerintah, juga mendapatkan ganti rugi berupa pahala yang melimpah.

“Jika listrik hasil pengorbanan terrsebut digunakan untuk membaca al-Qur’an, maka Allah akan memblasnya dengan beribu-ribu pahala. Sebab telah membant dalam berbuat kebaikan,” kata Habib Syeh dalam tausiyahnya.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam acara tersebut menyampaiakan kritisnya listrik di Indonesia tersebut membutuhkan realisasinya pembangunan PLTU Batang.
 
“Akhir-akhir kita sering disambut adanya pemadaman listrik se Jawa Tengah, dan itu sangat merugikan. Agar tidak ada pemadaman listrik, semua ikut bertanggung jawab. PLN bertanggung jawab, pemerintahnya dan masyarakatnya juga harus tanggung jawab untuk realisasinya PLTU Batang ini”, jelas Ganjar. 
 
Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa pembabasan lahan untuk pembangunan PLTU Batang masih 32 hektar atau 13 persen dari 266 hektar tanah yang dibutuhkan dalam penyelesaian proyek tersebut. jika hingga akhir januari 2015 lahan belum terbebaskan, maka akan diberlakukan UU no 2 tahun 2012.(JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here