Kritik korupsi melalui seni. (Foto : Dok. Jowonews)
Kritik korupsi melalui seni. (Foto : Dok. Jowonews)
Kritik korupsi melalui seni. (Foto : Dok. Jowonews)
Kritik korupsi melalui seni. (Foto : Dok. Jowonews)

Semarang, Jowonews.com – Menyampaikan kritik tanpa kekerasan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui seni lukis. Hal itulah yang dilakukan mahasiswa seni rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fahisyam Fahmi.

Fahisyam menyampaikan kritik melalui sembilan karya lukisnya dikarenakan kegelisahannya terhadap fenomena korupsi di Indonesia yang dilakukan secara terang – terangan.

“Korupsi di Indonesia sangat sistemik. Hampir semua infra dan suprastruktur politik ketatanegaraan sudah terkena penyakit korupsi,” ungkapnya, dalam keterangan pers kepada Jowonews.com (Kamis 15/1/2015).

Menurutnya, sebagian manusia telah menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai modal memuluskan nafsu hasratnya mengeruk uang negara.

Perlu diketahui, Pameran Seni Lukis bertajuk “Fenomena Korupsi” digelar di Gedung B5 FBS Unnes mulai sejak Rabu  kemarin. (JN03)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here