Pemkot Semarang Harus Memiliki Rencana Induk Transportasi Umum

  • Whatsapp
Semarang Macet, Pemkot disarankan DPRD beberapa hal. (Foto : IST)
Semarang Macet, Pemkot disarankan DPRD beberapa hal. (Foto : IST)
Semarang Macet, Pemkot disarankan DPRD beberapa hal. (Foto : IST)
Semarang Macet, Pemkot disarankan DPRD beberapa hal. (Foto : IST)

SEMARANG, Jowonews.com – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menilai bahwa perhatian pemerintah kota SEMARANG terhadap masalah transportasi massal relatif meningkat.

Menurut Anggota DPRD Kota Semarang, Suharsono, peningkatan perhatian tersebut dibuktikan adannya SKPD yang melaksanakan tupoksi bidan perhubungan darat, laut dan udara.

Bacaan Lainnya

Dishubkominfo Kota Semarang pada APBD 2015 menganggarkan 80% belanja langsung untuk meningkatkan moda transportasi BRT. Besar anggaran belanja langsung 67, 5M yang dialokasikan unt BRT 53.8M, angkutan massal yang disediakan pemkot lebih pada pelayanan publik daripada menambah PAD, sebab pendapatan yg ditargetkan 2015 hanya 24, 2M,” jelasnya, Kamis (15/1/2015).

Lebih lanjut, Suharsono menyampaikan bahwa Pemkot Semarang juga harus mempunyai rencana induk transportasi umum.

“Sebab  jika tidak ada regulasi yang mengatur transportasi di Semarang, maka apa yang terjadi di Jakarta tidak lama akan terjadi di Semarang, Sebab besarnya jumlah penduduk kota Semarang yang menapai 1,8 juta tentunya lebih dari 85% warganya memiliki kendaraan pribadi,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari Daerah Pemilihan VI Semarang ini.

Lebih lanjut, Suharsono menilai  ada beberapa ruas jalan yang perlu ditambah. “Wilayah jalan yang masih sempit akan mendukung kemacetan yang sudah tiap hari, seperti di wilayah barat di Kalibanteng, Krapyak, kemudian di wilayah utara masuk kota Semarang di Terminal Terboyo dan Genuk, kemudian di wilayah selatan di Pasar Jatingaleh,” pungkasnya.

Kemacetan tersebut, kata Harsono, disebabkan oluh banyaknya angkot yng jalan di rute yang sama. Keadaan di lapangan, di Semarang satu jalur dilalui lebih dari satu trayek angkutan. Harsono juga menilai perilaku sopir angkot yang seenaknya menaikan atau menurunkan penumpang juga menjadi penyebab kemacetan merajalela.

Kedepan, Harsono meminta Pemkot Semarang mencontoh moda transportasi massal di Bandung. “Disana pemkot bandung menyediakan bus sekolah gratis yang jalan melalui rute – rute sekolah yang berbentuk bis  dua gerbong, kemudian untuk wilayah wisata dan kuliner ada bis wisata gratis sehingga para wisatawan senang dengan pelayanan kota,” paparnya.

Selain itu, imbuh Harsono, Pemkot juga perlu mengevaluasi rute trayek angkutan, baik bis atau angkot karena banyak kejadian ada trayek yang rame ada yang sepi. “sehingga sehingga solusinya bisa ada penggabungan rute trayek atau memperpanjang trayek,” pungkasnya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *