Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)
Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)
Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)
Bupati Boyolali Seno Samodro. (Foto : Soloraya online)

BOYOLALI, Jowonews.com – Bupati Boyolali, Seno Samodro, mengaku kaget nama Boyolali disebut Jaksa Agung sebagai tempat eksekusi salah satu terpidana mati kasus Narkoba.

Seno Samodro mengajak masyarakat mengambil hikmah dari peristiwa ini, tetap tenang dan bekerja seperti hari biasanya.

“Jujur saya kaget nama Boyolali disebut menjadi salah satu tempat eksekusi. Ini sejarah, sebelumnya belum pernah terjadi di Boyolali. Ini yang pertama,” kata Bupati Seno Samodro kepada wartawan Jumat (16/1).

Meski disisi lain diakuinya dunia mungkin mengutuk karena hukuman mati bagi enam terpidana sekaligus, namun hal itu bisa menjadi pembelajaran keseriusan bahwa Indonesia serius dalam perang melawan Narkoba.

“Ambil hikmahnya. Karena itu jauhi narkoba,” tandas Seno.

Menurut dia, sebagai kepala daerah dirinya diberitahu pada kesempatan pertama oleh penegak hukum mengenai rencana eksekusi tersebut. Kata Bupati, sejauh ini pelaksanaan eksekusi sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu 18 Januari 2015.

“Hanya waktu dan lokasinya dirahasiakan,” katanya.

Sementara terpisah Kabag Ops Polres Boyolali, Kompol I Wayan Sudhita, menyatakan siap diberi tugas dari Polda Jateng. Baik secara mendadak atau langsung.

Namun kapasitasnya adalah pengamanan wilayah jika eksekusi Tran Thi Bich Hanh (37) itu jadi dilakukan di Boyolali. Hanya saja pihaknya juga belum bisa memastikan pelaksanaan eksekusi tersebut.

“Memang ada rencana itu (eksekusi mati terpidana narkoba), tetapi kapan belum tahu. Kami siap melakukan pengamanan wilayah,” tegas I Wayan sembari menambahkan hingga kini belum ada surat perintah resmi dari Polda untuk pengamanan pelaksanaan eksekusi tersebut. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here