Pemindang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari
Pemindang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari
Pemindang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari

Kendal, Jowonews.com – Ikan tongkol bisa dijadikan lauk dengan cara dibakar, digoreng, dan dipindang. Di tangan para pemindang di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rowosari, produksi ikan pindang mereka dilempar hingga Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung. Ikan pindang asal Tanjungsari mampu bertahan hingga 4 hari.
Cara membuat pindang cukup mudah apalagi dengan menggunakan kompor gas untuk merebusnya. Ikan tongkol yang sudah dimasukkan dalam kertas lantas direbus ke dalam air mendidih hingga 4 jam. Disela-sela direbus, ikan ditaburi garam yang berfungsi sebagai mengawetkan ikan. Jadi tidak perlu menggunakan formalin dan boraks untuk mengawetkan ikan. Setelah empat jam pindang siap dipasarkan keesokan harinya.
Salah satu pembuat pindang Asih, 45, mengaku sudah memproduksi pindang sejak sepuluh tahun terakhir. Dia meneruskan usaha yang sudah dirintis orang tuanya. Dibantu suaminya dia mulai memindang sejak Dhuhur hingga menjelang Maghrib.
“Sekarang lebih enak karena memakai elpiji kalau dulu untuk memasak ikan pakai kayu bakar,” ujar Asih.
Tiap hari dia rata-rata mampu memproduksi ikan pindang sekitar 50 kilogram. Ikan tongkol yang dipindang dipasok pedagang ikan. Biasanya ikan tongkol berasal dari Pekalongan dan Tawang (Kendal).
Kades Tanjungsari H Sugiyanto mengaku sebagian besar warganya menekuni usaha pindang ikan. Mereka sudah diberi pelatihan pengolahan dan pengemasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sehingga hasil produksinya sesuai standar kesehatan dan keamanan.
“Para perajin sering mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kualitas produksi,” ujar Sugiyanto. (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here