Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)
Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)
Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)
Aleg DPRD Provinsi M Rodhi. (JN03)

SEMARANG, Jowonews.com – Program Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mencanangkan Januari jalan tanpa lubang, dirasa tidak efektif. Pasalnya, selain berpotensi pemborosan terhadap anggaran, pengawasan penggunaan dana dalam program tersebut juga tidak diperkirakan sebelumnya.

 Hal itu dikemukakan oleh anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Rodhi. Politikus PKS tersebut mengatakan, menambal jalan lubang, sementara Pemprov aka melaksanakan penanganan infrastruktur, dirasa sebagai program boros anggaran saja. Terlebih, Pemprov Jateng tidak memiliki data berapa jumlah luasan jalan rusak karena berlubang. Jika ingin tepat waktu deadline dalam pelaksanaan, penanganan di masing-masing Balai Pelaksana Teknis (BPT) sebaiknya dikebut secara besar-besaran.

“Menurut saya itu efektifnya langsung ditinggikan dengan anggaran yang sudah ditentukan. Kalau anggaran perawatan Rp102 miliar digunakan untuk itu (menutup jalan berlubang), lebih baik digunakan untuk perawatan yang lainnya,” ungkap Rodhi saat ditemui di Gedung Berlian, Jumat (16/1).

Wacana menggandeng sekolah menengah kejuruan (SMK), kata Rodhi, juga belum dilakukan. Jika memang tidak memungkinkan untuk dikerjakan hingga akhir Januari ini, sebaiknya Binamarga melakukan fokus pada pengerjaan rencana infrastruktur yang sudah dicanangkan maksimal tahun ini.

“Kalau ternyata dua kali kerja, lebih baik itdak usah. Karena selain tidak efisien, encana pembangunan infra
struktur lainnya juga jadi tidak fokus sesuai dengan rencana,” tutupnya.

Kepala Bidang Bimbingan dan Teknis Dinas Binamarga Jateng Hanung Triyono mengatakan, program jalan tanpa lubang dilakukan untuk jalan provinsi dan jalan nasional. Program tersebut sudah berjalan sejak awal januari lalu dengan terget penyelesaian pada akhir Januari ini.

Binamarga, akan mengerjakan 263 ruas jalan provinsi yang memiliki panjang 2.565,621 km. Selain itu juga jalan nasional pada 231 ruas, dengan panjang 1.390 km.

“Dana yang akan digunakan untuk penutupan lubang jalan, kami akan gunakan dengan dana dari perawatan yang setahun, besarnya Rp102 miliyar. Tapi dana khusus untuk perawatan lubang jalan berapa, kami belum bisa perhitungkan, karena kita nanti sambil nyusuri jalan, kalau ada yang berlubang baru kami tambal,” ungkap Hanung saat dihubungi.

Sementara, program memperbaiki jalan berlubang dengan menggandeng SMK masih dalam tahapan perintisan. pasalnya, menggandeng SMK memerlukan ketrampilan yang harus dilatih terlebih dahulu sesuai dengan bidang di sekolahnya. Tak dipungkiri Hanung, sumber daya dari SMK masih belum bisa dibandingkan dengan tenaga yang sudah berpengalaman di bidang konstruksi jalan.

“Mereka kan nanti juga harus tahu bagaimana mengoperasikan alat, sebagai operator alat. Selain itu, pengerukan jalan dan sebagainya. Pekerjaan kita ini memang bukan tanpa terget, namun kita akan mengupayakan selesai sesuai dengan jadwal,” imbuh Hanung.

Hanung mengatakan, sejauh ini kendala yang masih dihadapi oleh pihaknya yakni cuaca. Curah hujan yang selama ini terus meninggi menyebabkan beberpa pekerjaan menjadi kurang maksimal. “Tapi kita tetap akan berusaha secara maksimal,” tutupnya.

Sebelumnya, Gubernur mencanangkan program Jateng tanpa jalan berlubang yang digarap selama Januari. Program tersebut dicanangkan untuk mengurangi jumlah ruas jalan berlubang yang mengganggu perjalanan. Dengan memaksimalkan
sumber daya manusia agar lebih besar, Gubernur menggandeng SMK untuk mengerjakan tugas tersebut.

“Mereka bisa mempraktikkan ilmunya. Sekaligus juga belajar berkoordinasi dengan kondisi lapangan sesungguhnya. Saya inginnya cepat,” ungkap Gubernur belum lama ini. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here