Terpidana Mati Asal Vietnam Minta Jangan Diborgol Saat di Tembak

  • Whatsapp
Terdakwa Tran Thi Bich Hanh menangis usai divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Boyolali, pada Selasa (22/11/2011).
Terdakwa Tran Thi Bich Hanh menangis usai divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Boyolali, pada Selasa (22/11/2011).
Terdakwa Tran Thi Bich Hanh menangis usai divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Boyolali, pada Selasa (22/11/2011).
Terdakwa Tran Thi Bich Hanh menangis usai divonis hukuman mati oleh majelis hakim PN Boyolali, pada Selasa (22/11/2011).

Semarang, Jowonews.com – Tran Thi Bich Hanh, salah seorang terpidana mati yang akan dieksekusi dalam waktu dekat ini masih menghuni LP Wanita Semarang. Warga Negara Vietnam tersebut telah menyampaikan sejumlah permintaan terakhir kepada petugas LP.

Kepala LP Wanita Semarang Suprobowati membanarkan adanya permintaan terakhir yang disampaikan secara tertulis oleh Tran Thi Bich.

Bacaan Lainnya

“Salah satunya meminta agar tidak diborgol saat dieksekusi,” kata Suprobowati ditemui di LP Wanita Semarang di Jalan Soegijapranata Semarang.

Dalam tulisannya, Tran Thi Bich menyatakan siap menjalani eksekusi mati.

Permintaan lain yang disampaikan yakni agar jasadnya dikremasi setelah meninggal nanti. Terpidana kasus penyalagunaan narkoba ini juga meminta keluarganya tidak perlu datang ke Indonesia saat eksekusi nanti.

Tran Thi Bich Hanh rencananya akan dieksekusi mati di Boyolali. Tran Thi Bich merupakan satu dari enam terpidana mati yang akan dieksekusi mati kejaksaan.
   
Lima terpidana lain yang akan menjalani eksekusi di Pulau Nusakambangan Cilacap masing-masing  Marco Archer Cordosa, Ang Kiem Soei alias Tommy Wijaya, Rani Andriani alias Melisa Aprilia, Namaona Denis, dan Daniel Enemuo.
(JN05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *