sejumlah wanita calon TKI turun dari truk polisi setelah diamankan dari sebuah penampungan
sejumlah wanita calon TKI turun dari truk polisi setelah diamankan dari sebuah penampungan
sejumlah wanita calon TKI turun dari truk polisi setelah diamankan dari sebuah penampungan
sejumlah wanita calon TKI turun dari truk polisi setelah diamankan dari sebuah penampungan

Kendal, Jowonews.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tetap memantau asuransi TKI asal Kendal yang meninggal dunia di Jepang. TKI bernama Muhammad Cholisun, 24, warga Dukuh Debong, RT 02, RW5, Desa Botomulyo, Kecamatan Cepiring ditemukan oleh teman sekerjanya di mess training di Kokusai Kensyu Engokai Shuoka Training Center, Shizuoka City, Shizuoka Japang. Diduga korban meninggal dunia karena serangan jantung. Jenazah tiba di Tanah Air pada 26 Desember lalu.

Kabid Transmigrasi Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans, Supardi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian itu.  Supardi menjelaskan, Muhammad Cholisun terbang ke Tokyo, Jepang melalui LPK IROHA yang beralamat di Yogyakarta. Di negara Matahari terbit itu korban bekerja sebagai tenaga las di sebuah perusahaan Yamada Kougyo Kabushikikaisya yang berada di Ibaraki Ken Ryugasaki Shi Itabashi Cho Japan.

“Dia (Cholisun-red) di sana baru sepekan dan masih tinggal di mess tarining dan belum bekerja di perusahaan tersebut. Masih menunggu untuk ditempatkan mulainya bekerja dari LPK yang memberangkatkanya,” ungkapnya.

Supardi menambahkan, adapun hak  TKI, berupa asuransi secara penuh akan diproses oleh LPK IROHA yang telah memberangkatkanya sebagai TKI di negara Jepang tersebut. Pihak Disnakertrans sudah membantu melakukan pemulangan jenazah ke Kendal. Dan terkait asuransi yang menjadi haknya terus akan dipantau terus sampai nantinya diterima kepada yang berhak, yakni ahli warisnya.

Secara terpisah, Kepala LPK IROHA, Mr Akira, membenarkan, TKI asal Kendal bernama Muhammad Cholisun bekerja ke Jepang melalui LPK yang didirikannya tersebut. Menurutnya, TKI itu nantinya akan bekerja pada sebuah perusahaan Yamada Kougyo Kabushikikaisya sebagai tenaga pengelas.

Akira mengatakan, LPK IROHA  merupakan lembaga pelatihan dan membina untuk pelatihan bahasa Jepang. Dan LPKnya sudah menjalin kerjasama dengan LPK Shourai Japang, dengan jalinan program kerjasama selama satu tahun.”Dalam memberangkatkan TKI, saya melakukan verifikasi ketat. Seperti melakukan medical checkup sebanyak tiga kali, yakni dua kali di Indonesia dan satu kali di Jepang,” ujarnya.

Akira menambahkan, hak asuransi bagi TKI akan dilakukan oleh LPK IROHA dan selanjutnya akan dibeerikan kepada ahli warisnya. Diakui pemrosesan asuransi memang perlu waktu cukup lama. Diperkirakan akan rampung pada Februari. (JN09)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here