SEMARANG, Jowonews.com – Para pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tidak perlu resah menyikapi rencana mutasi jabatan dan rencana Gubernur Ganjar Pranowo yang akan menempatkan 20-30 pejabat sebagai analis kebijakan.

“Secara kemanusiaan kalau kita mau resah bahannya banyak sekali. Tapi kalau kita optimis, kita tidak perlu resah ditugaskan dimanapun juga,”ungkap Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Heru Sudjatmoko, Minggu (18/1).

Pernyataan itu disampaikan Wagub, menanggapi pertanyaan wartawan. Dimana sekarang ini banyak pejabat di pemprov yang resah menghadapi rencana mutasi yang bersifat rolling. Keresahan semakin menjadi, ketika Gubernur menyatakan akan membentuk lembaga analis kebijakan.

“Kita sedang mempersiapkan wadah baru semacam analis kebijakan. Pejabat yang terkena mutasi, nanti akan kita tempatkan disitu,”ungkap Gubernur.

Langkah menjadikan para pejabat yang terkena mutasi menjadi analis kebijakan itu, karena mereka sesungguhnya juga tidak mungkin tidak diberi posisi (non job). Padahal mereka selama ini juga tidak memiliki kesalahan sama sekali.

Rencana itulah yang membuat sebagian pejabat resah. Terutama mereka yang selama ini menduduki jabatan di Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) basah. Mereka takut kalau sampai dijadikan analisis kebijakan gubernur.

Menurut Wagub, keresahan para pejabat itu tidak masuk akal. Pasalnya, sekarang atau besok pagi, kalau yang difikirkan adalah yang negatif-negatif, maka hasilnya tidak akan baik. Sehingga semua PNS dan pejabat dilingkungan pemprov diminta selalu berfikir positif.

Disampaikannya, dirinya bersama gubernur akan bersikap seobyektif mungkin. Tapi seperti yang pernah disampaikan gubernur dalam pelantikan 6 pejabat hasil lelang beberapa waktu lalu, yang bisa obyektif 100% adalah Tuhan.

“Kata beliau(Gubernur-red), saya dan pak Heru berusaha untuk seobyektif mungkin. Tapi karena saya manusia, mungkin seberapa persennya ada faktor subyektifitas,”kata Wagub menirukan ucapan Gubernur Ganjar Pranowo.

“Itu manusiawi. Kita bukan mesin. Kalau kita mesin, kita malah bukan kayak manusia,”tukasnya dengan berkelakar.

Sementara itu mutasi mulai dari eselon II hingga seterusnya akan dilaksanakan akhir Januari-Februari. Dalam waktu dekat, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan evaluasi terhadap PNS yang akan dimutasi.

Kepada wartawan Politikus PDIP itu mengatakan akan memutasi jabatan sesuai kebutuhan. Evaluasi jabatan mempertimbangkan segi usia, kinerja, dan kepemimpinan saat menjabat. Menurutnya, rotasi yang akan dilakukan tak mengalami kesulitan lantaran pangkat yang akan dirotasi sebagian besar sama.

“Akhir Januari beres, sehingga Februari sudah ada ‘darah segar’ yang bekerja,” ungkap mantan anggota Komisi II DPR itu.

Sebagaimana pernah diberitakan, Pemprov Jateng akan melakukan mutasi besar-besaran. Menurut rencana, mutasi akan dilakukan pada awal Januari 2015.

Sejumlah pejabat seperti Sekwan Prijo Anggoro, kabarnya masuk pejabat yang akan dicopot dari Jabatannya. Konon ia akan dimutasi menjadi Asisten Sekda Jateng. Selain Prijo Anggoro, Kepala Biro Humas Agus Utomo juga akan dimutasi.

Menurut Sekda Jateng Sri Puryono, sesuai dengan UU No.5/2014, memang memberi peluang kepda gubernur untuk melakukan rotasi jabatan di lingkungan pemprov Jateng. Rotasi itu minimal untuk pejabat yang sudah menjabat selama 2 tahun.

“Kebijakan umum, itu diberi peluang untuk merotasi pejabat minimal yang sudah 2 tahun menjabat. Itu yang diutamakanm. Tapi mutasi itu sesuai kebutuhan organisasi,”katanya.

Selain yang sudah 2 tahun, yang sudah 5 tahun juga akan disegarkan,”ungkapnya.

Dengan kebijakan mutasi itu, masih menurut Sekda, yang akan dimutasi mulai dari kepala dinas, kepala biro, kepala badan, bahkan sampai kabid.

Disampaikannya, untuk pejabat yang massa tugasnya sudah 5 tahun, di pemprov Jateng ada 7 SKPD. “Masing-masing Sekwan Jateng, Badan ketahanan Pangan, Kepala Dinas ESDM.Bakorwil III Purwokerto, Dinas Peternakan, Direktur RS Muwardi dan Dinas Perkebunan,”ungkap Sekda tanpa mau menyebut nama-nama pejabatnya saat itu.

“Wah nggak enak mas. Tidak usahlah,”elaknya.

Meski Sekda tidak mau menyebutkan nama-nama pejabatnya sekarang, diketahui bahwa untuk Sekwan Jateng dijabat oleh Prijo Anggoro, Badan ketahanan Pangan,Gayatri. Kepala Dinas ESDM, Teguh Dwi Paryono.

Sementara untuk Bakorwil III Purwokerto, Satrio Hidayat, Dinas Peternakan Witono. Direktur RS Muwardi, Basuki Sutarjo dan Dinas Perkebunan, Teguh Winarno.

Khusus untuk Sekwan, Sekda menyampaikan adanya syarat khusus, Yaitu adanya rekomendasi pimpinan dewan dan persetujuan fraksi-fraksi di DPRD Jateng.

“Ada syarat khusus harus ada rekom pimwan dan persetujuan fraksi,”bebernya. (JN01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here