pasar bulu semarang foto: www.radarsemarang.com
pasar bulu semarang foto: www.radarsemarang.com
pasar bulu semarang foto: www.radarsemarang.com

Semarang, Jowonews.com – Pedagang di tempat relokasi belum seluruhnya menempati
tempatnya di bangunan baru Pasar Bulu. Masih banyak kios, los, maupun
lapak para pedagang yang masih dibiarkan kosong. Bahkan masih ada yang
sama sekali belum dibersihkan pemiliknya.
Pedagang yang sudah pindah ke dalam pasar juga baru beberapa yang
berjualan. Sebagian besar masih membangunan tempat untuk menaruh
dagangan pada lapak atau los. Sedangkan sebagian lagi masih
menempatkan dan menata barang dagangan di dalam lapak atau kiosnya.
Baru sedikit sekali warga masyarakat yang mulai datang ke pasar untuk
berbelanja barang kebutuhan. Sehingga sejumlah pedagang yang sudah
menggelar barang dagangannya pun kebanyakan masih sepi pembeli.
Apalagi fasilitas eskalator menuju ke lantai dua dan tiga bagi pembeli
yang berbelanja juga belum berjalan.
Sementara di bagian basement pasar yang diperuntukan para pedagang
pancakan, masih terdapat genangan air hujan. Sejauh ini belum ada
upaya penanganan untuk menghilangkan genangan air tersebut, yang
selalu muncul ketika terjadi hujan.
Meski masih banyak kios di dalam pasar yang kosong, namun di tempat
relokasi sudah tidak aktifitas berjualan. Bangunan milik pedagang di
Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Jayengan itu semuanya sudah
dikosongkan. Bahkan sebagian sudah dibongkar sendiri oleh para
pedagangnya.
Pedagang yang masih nekat berjualan di tempat relokasi, hanya pedagang
yang tidak memiliki bangunan di tempat relokasi tersebut. Mereka
berjualan di atas trotoar jalan seperti pedagang pedagang kelapa,
bensin, es, dan lain-lain.
Kabid Pengaturan dan Ketertiban Pasar Dinas Pasar Kota Semarang
Bachtiar Effendi mengakui, memang masih ada kios milik para pedagang
di dalam pasar yang masih kosong. Namun menurutnya lebih banyak yang
sudah mengisinya dengan barang dagangan dan bahkan sudah mulai
berjualan. ”Sudah hampir 100% pedagang yang masuk ke dalam pasar,”
katanyaa Minggu (18/1). (JN06)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here