Aneh, Anggota DPRD Jateng Tak Miliki Asuransi Kesehatan

  • Whatsapp
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)
Gedung Berlian DPRD Jateng. (Foto : Simpanglima.wordpress)

Semarang, Jowonews.com – Seratus anggota DPRD Jateng, pada tahun 2015 itu ternyata kesehatannya belum dijaminkan asuransi. Padahal, anggaran asuransi itu sudah dipotongkan dari gaji bulanan.Menejemen administrasi di Sekretariat DPRD Jateng bisa dikatakan amburadul.

Akibatnya, 100 anggota DPRD Jateng dan keluarganya ada yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit, harus membayar sendiri. Sehingga kalau ada anggota dewan/keluarganya sakit dan kebetulan tidak siap dana, tentu sangat memberatkan.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini seperti yang dialami anggota FPDIP M.Ridwan. Kebetulan sejak awal bulan Januari, ada salah seorang anaknya dirawat di ICU RS Tlogorejo, Semarang. Ternyata, anaknya sampai sekarang belum tercover asuransi kesehatan.

“Saya ini anggota komisi C DPRD Jateng yang bejuang keras menaikkan pendapatan asli daerah (PAD). Tapi mengapa sampai sekarang kesehatan saya dan keluarga tidak dijaminkan di asuransi. Ini aneh sekali,”ungkapnya, Sein (19/1).

Ridwan terus terang mengharapkan sekali kesehatannya dan keluarganya bisa dicover asuransi. Karena kalau tidak, dirinya merasa keberatan untuk membiayai biaya rumah sakit. “Sampai Sabtu (17/1), total saya sudah habis Rp 30 juta mas,”akunya.

Kejengkelan M Ridwan tampaknya sudah memuncak. Hingga apa yang dialaminya itu diungkapkan dalam rapat badan anggaran (Banggar) DPRD Jateng. Dia menyampaikan keluhannya terkait kesehatan dirinya dan keluarganya yang belum dicover oleh asuransi.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat dikonfirmasi membenarkan belum diasuransikannya 100 anggota dewan Jateng. “Saya juga tidak tahu kok bisa seperti ini. Hari ini kita akan rapat membahas itu salah satunya. Harusnya 100 anggota dewan sudah tercover asuransi semua,”tukasnya.

Seharusnya, menurut Rukma, kondisi seperti itu tidak boleh terjadi. Setwan tentu sudah memperhitungkan jadwal, kapan pendaftaran asuransi yang baru. Sehingga pada awal Januari, semua anggota dewan sudah tercover asuransi.

Sayang sampai berita ini ditulis, belum diketahui pasti hasil rapat dengan Setwan. Karena yang menangani asuransi dewan adalah setwan.

Anggota FPAN Wahyudin Noor Aly saat ditemui wartawan juga mengaku kalau anggota DPRD Jateng dan keluarganya belum mendapat jaminan asuransi untuk tahun 2015 ini. “Saya ini baru disuruh ngisi formulir. Jadi selama Januari anggota dewan memang tidak boleh sakit dulu,”katanya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *