BBM Turun, Separoh PO Dewi Sri Dikandangkan

  • Whatsapp
PO Dewi Sri. (Foto : Bismania)PO Dewi Sri. (Foto : Bismania)
PO Dewi Sri. (Foto : Bismania)
PO Dewi Sri. (Foto : Bismania)PO Dewi Sri. (Foto : Bismania)
PO Dewi Sri. (Foto : Bismania)

SLAWI, Jowonews.com – Lima puluh persen armada PO. Dewi Sri dipastikan tidak akan beroprasi lagi. Pasalnya, langkah itu harus diambil menyusul penurunan harga BBM. Sehingga konsekuensinya, tarif angktan umum juga harus diturunkan 5 persen.

Kewajiban penyesuainan tarif angkutan umum kelas ekonomi, yang harus diturunkan 5 persen itu diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 1 Tahun 2015
tentang penyesuaian tarif angkutan umum kelas ekonomi.

Bacaan Lainnya

Manajer PO Dewi Sri, Edi Utomo mengatakan, surat edaran tersebut sudah dia terima sejak Senin lalu (19/1). Sejak itu pula pihaknya menjalankan intruksi yang ada dalam surat. Yakni menurunkan tarif angkutan minimal lima persen.

Namun dengan turunnya tarif angkutan yang tidak dibarengi dengan turunya harga onderdil  yang sejak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal tahun lalu naik 15 sampai 20 persen membuat perusahaan merugi.

Bahkan sejak naiknya BBM gaji karyawan PO. Dewi Sri juga ikut naik, sehingga haltersebut membuat
perusahaan semakin sulit. “Memang harga bbm turun, tapi harga onderdil dan biaya perawatan mobil
masih tinggi, jadi sama saja bohong,” ujar Edi, Selasa (20/1).

Edi menjelaskan, sebelum pemerintah menurunkan harga BBM pada Senin lalu, tarif Dewi Sri jurusan Tegal -Jakarta kelas ekonomi Rp 60.ribu Tapi setelah harga BBM turun tarif juga ikut turun menjadi Rp 50 ribu.

Sedangkan untuk bus Dewi Sri AC jurusan Tegal- Jakarta yang semula Rp 70 ribu kini turun menjadi Rp 60 ribu. “Sekarang harus dihemat pengeluaranya nunggu harga onderdil turun seperti harga semula,” ujar Edi.

Masih kata Edi, selain akibat turunnya harga tarif, PO. Dewi Sri tidak mengoprasikan 50 persen aramadanya juga dikarenakan saat ini jumlah penumpang turun. Lantaran para penumpang kini beralih ke kereta ekonomi. Masyarakat memilih naik kereta lantaran lebih cepat tidak
macet dan ongkosnya lebih murah. “Tidak seramai dulu, sekarang orang mau naik bus banyak alasanya, ada macet, apalah, jadi penumpang menurun,” keluhnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *