Jateng Park Belum Ada Blue Printnya

  • Whatsapp
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in

Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in

Semarang, Jowonews.com – Kalangan DPRD Jateng menyoroti Pemprov Jateng terkait rencana pembangunan Jateng Park di Penggaron, Kabupaten Semarang yang belum terealisasi. Dewan menilai selama ini belum ada blue print wisata terpadu antara invenstor dan Perhutani, sebagai pemilik lahan. Belum adanya kesepakan jelas inilah yang dinilai sebagai penghambat proses pembangunan Jateng Park.
Anggota Komisi B DPRD Jateng, Riyono menegaskan, pada dasarnya dewan mendukung langkah pembangunan Jateng park. Terlebih, ke depan, nantinya akan dijadikan ruh wisata baru yang potensial di Jawa Tengah. Tapi ia mengkritik, selama ini pembangunan hanya sebatas wacana dan belum ada kejelasan. “Masalah utamanya kan belum ada investor. Bagaimana dibangun, jika belum ada kejelasan,” katanya, Senin (19/1).

Politisi PKS ini menambahkan, Pemprov Jateng selama ini masih kurang kreatif untuk meningkatkan wisata di Jateng. Ia mencontohkan, banyak berbagai potensi besar yang masih belum digarap maksimal. Tidak mengherankan, jika kemudian Jateng kalah bersaing dengan Jawa Timur atau Jawa Barat. “Ini kan proyek sudah lama digadang-gadang. Tapi masalanya tidak juga dibangun, harus dicarikan solusi,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Pemprov Jateng, sebelumnya optimis pembangunan jateng park bisa direalisasikan tahun 2015. Ini terbukti setelah mendapat persetujuan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk penandatangan MoU pada 30 Januari 2015 mendatang.

MoU nantinya akan ditandatangani Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Dirut Perum Perhutani Mustoha Iskandar dan Bupati Semarang Mundjirin. Meski begitu, pemprov tidak menampik masih terjadi tarik ulur kepentingan antara investor dengan Pemprov Jateng.

“Sampai sekarang juga masih belum ada kejelasan terkait ganti rugi lahan perhutani seluas 200 hektar. Ini secepatnya harus dicarikan solusinya,” tambahnya.

Anggota Komisi B, Achsin Ma’ruf menilai berita tentang pembangunan jateng park masih belum jelas. Ia mengatakan pihak perhutani belum ada grand desain dan masterplan. Tapi Sekda Jateng sudah berkomentar juli mulai pembangunan. “Rabu (21/1) besok kami akan memanggil SKPD terkait untuk mengetahui detail bagaimana perkembangan terkait dengan jateng park,” katanya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *