KPU beri Penghargaan untuk Partisipasi Politik Mahasiswa Unnes

  • Whatsapp
Presma BEM KM Unnes 2014. (Foto : JN13)
Presma BEM KM Unnes 2014. (Foto : JN13)
Presma BEM KM Unnes 2014. (Foto : JN13)
Presma BEM KM Unnes 2014. (Foto : JN13)

Semarang, Jowonews.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang memberikan apresiasi kepada civitas Universitas Negeri Semarang (Unnes) atas partisinya memberikan pembelajaran politik kepada pemilih pemula (mahasiswa) berupa penghargaan.

Menurut penuturan Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa  Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unnes 2014, jumlah mahasiswa  Unnes yang menggunakan hak pilih di sekitar kampus hanyalah 800 mahasiswa untuk Pemilihan Legislatif dan 1400 pemilihan presiden-wakil presiden Indonesia. Angka ini masih sedikit mengingat jumalah mahasiswa Unnes ada 27.000 mahasiswa.

Bacaan Lainnya

Prasetyo Listiyaji, presma BEM KM Unnes 2014  mengapresiasi KPU atas penghargaan yang telah diberikan kepada mahasiswa Unnes. Dia menyadari bahwa BEM KM belum mampu menyediakan fasilitas untuk seluruh Mahasiswa Unnes

“Kami mengawal hak teman-teman mahasiswa sampai akhir. Bolak balik rektorat untuk lobi ke Rektor terkait pengerahan Mahasiswa untuk memilih di sekitar Kampus,  sampai mengawal teman-teman di Kelurahan dan TPS” Imbuh Prasetyo Listiaji, Presiden BEM KM Unnes 2014, Selasa (20/1).

Pras menambahkan Selama 5 bulan tim BEM KM Unnes 2014 beserta BEM Fakultas seluruh Unnes mengajak dan mensosialisasikan gerakan #UnnesMemilih. Dia mengakui teman-teman mahasiswa antusias dengan gerakan #UnnesMemilih, hal tersebut ditandai dengan Website BEM KM mengalami Down.

Menurut Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono, berkat kerja sama, peranan, dan partisipasi dari Unnes, KPU Kota Semarang bisa mendapatkan penghargaan dari KPU Republik Indonesia, sebagai KPU Kabupaten/ Kota berprestasi tingkat nasional, kategori kreasi sosialisasi & partisipasi Pemilu dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2014.

“Kami memberikan penghargaan kepada Unnes atas peran sertanya sebagai kampus yang peduli dan berperan dalam pelaksanaan program pendidikan demokrasi untuk pemilih pemula, “ kata Henry. (JN13)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *