Pembangunan Fisik Jateng Park Paling Cepat Januari 2016

  • Whatsapp
Hutan Penggaron Direncankan masuk Jateng Park
Hutan Penggaron Direncankan masuk Jateng Park
Hutan Penggaron Direncankan masuk Jateng Park
Hutan Penggaron Direncankan masuk Jateng Park

SEMARANG, Jowonews.com – Pembangunan fisik ‘Jateng Park’, di Wana Wisata Penggaron, Kabupaten Semarang, paling cepat baru bisa dilakukan 1 tahun lagi. Yaitu sekitar awal Januar 2016.

Rentang waktu itu, tentu jauh dari target awal yang disampaikan pemprov Jateng, pada bulan Juni 2015. Sehingga masyarakat harus lebih bersabar untuk bisa menikmatinya.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, saat ini rencana proses pembangunan masih belum sempurna. Ternyata sampai sekarang belum ada  Mou, perjanjian kerjasama, master plan, kajian amadal, sampai DED.

Bahkan lebih parah, sejauh ini masih belum ada investor pasti yang sanggupterlibat dalam pembangunan Jateng Park.

Berbagai fakta mengejutkan ini muncul saat rapat koordinasi Komisi B DPRD Jateng bersama dengan Pemprov Jateng, Dinas kebudayaan dan Pariwisata serta Pihak Perhutani, di Gedung Berlian DPRD Jateng, Rabu (21/1).

“Kalau dari hitung-hitungan tahapan pembangunan, fisik pembangunan Jateng Park baru bisa dilakukan awal Januari tahun 2016. Mengingat MoU baru ditandatangani 30 Januari 2015,” kata Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo saat pertemuan dengan Komisi B DPRD Jateng.

Perhitungan ini muncul, berdasarkan tahapan dalam rencana pembangunan Jateng Park. MoU baru akan dilakukan 30 Januari mendatang, kemudian harus ada perjanjian kerjasama, Master Plan (April), Penunjukan Investor, Menyusul Amdal (minimal dua bulan), Susun DED sampai pembangunan fisik.

“Sebenarnya ini akan menjadi destinasi wisata baru yang potensial di Jateng. Karena masyarakat sudah haus akan wisata,” katanya.

Sejumlah anggota Komisi B DPRD Jateng mengundang SKPD terkait, karena kaget dengan statetem Pemprov Jateng yang akan membangun Jateng Park Juni 2015.

Dewan merasa tidak dilibatkan dalam rencana pembangunan, karena Pemprov Jateng bergerak sendiri. “Kami (komisi B, red), justru tahu pembangunan Jateng park Juni dari media. Pemprov seolah berjalan sendiri,” kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudi Sancoyo.

Dewan mempertanyakan pembangunan Jeteng park yang ternyata masih dalam sebatas wacara. Bahkan master plan dan rencana pembangunan apakah status lahan tetap atau berubah fungsi masih belum jelas.

“Yang tidak kalah mengagetkan, ternyata belum ada investor yang deal untuk pembangunan Jateng park,” tambahnya.

Pihak Pemprov Jateng tidak menampik jika pembangunan Jateng park masih terus digodok. Pihaknya bahkan sudah mengundang konsultan  Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR) ITB untuk membuat master plan Jateng park.

 “Kalau investor bukannya tidak ada. Sudah banyak yang mengajukan, tapi kami masih memilah yang terbaik,” kata Plh Asisten Sekda Jateng, Peni Rahayu.

Ia menegaskan, pemprov tidak ingin berjalan sendiri dan meninggalkan pihak legislative. Pihaknya hanya ingin mempercepat pembnagunan Jateng park agar bisa segera dinikmati masyarakat Jateng.

“Semua sudah kami siapkan, dan kami hanya ingin pembangunan dipercepat. Kami tidak meninggalkan legislative,” tambahnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *