SPBU Diizinkan Jual Premium Rp 6.700 Per Liter

  • Whatsapp

BBM NaikKudus, Jowonews.com — Jika pemerintah menetapkan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium adalah Rp 6.600 per liter, namun satuan pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjualnya dengan harga Rp 6.700 per liter. Ini yang kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus Sudiharti melalui Kasi Perdagangan Dalam Negeri Sofyan Dhuhri mengatakan, masyarakat diminta tidak kaget jika kemudian SPBU menjual premium dengan harga Rp 6.700 per liternya.

Bacaan Lainnya

”Memang ada perbedaan antara harga yang kemudian ditetapkan pemerintah dengan yang dijual di SPBU. Meski dari pemerintah Rp 6.600 per liternya, namun di SPBU kemudian menjadi Rp 6.700 per liter,” jelasnya, saat ditemui Selasa (20/1) kemarin.

Perbedaan itu, menurut Sofyan, dikarenakan adanya izin dari pemerintah pusat bagi SPBU untuk mengutip margin keuntungan sebesar Rp 100 per liternya. Sehingga SPBU menetapkan harga jual ke konsumen sebesar Rp 6.700 per liternya.

”Itu untuk wilayah Pulau Jawa dan Madura, ya. Memang diperbolehkan untuk mengutip margin sebesar seratus rupiah tadi. Berbeda untuk wilayah Bali misalnya, yang kemudian diperbolehkan menjual hingga Rp 7.000 per liternya,” tuturnya.

Namun untuk harga BBM solar, menurut Sofyan, adalah sama untuk seluruh Indonesia. Yakni Rp 6.400 per liternya. Dan untuk pasokan kedua jenis BBM tersebut, dijamin aman. ”Untuk stok wilayah Kudus, kita jamin aman. Tidak akan ada masalah,” katanya.

Sementara itu, harga jual premium atau bensin eceran di Kabupaten Kudus mencapai Rp 7.500 per liternya. Edi, warga Kecamatan Undaan, mengatakan bahwa saat dirinya membeli bensin secara eceran, memang harus ditebusnya dengan harga Rp 7.500 per liternya.

”Ada selisih Rp 800 per liter jika membeli di SPBU. Soalnya harga di SPBU kan, Rp 6.700 per liter. Tidak sama dengan harga yang ditetapkan pemerintah yang katanya Rp 6.600. Saya juga bingung kok harganya beda-beda begitu,” terangnya.

Ditanya mengenai alasan membeli di eceran dibanding membeli di SPBU, menurut Edi, karena di SPBU dirinya harus mengantre cukup panjang. Itu yang membuatnya harus rela membeli di eceran, meski dengan harga yang cukup mahal. ”Apalagi saya harus buru-buru masuk ke tempat kerja. Makanya, saya beli di eceran. Tapi selisihnya banyak sekali ternyata,” imbuhnya. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *