Dikeluhkan, Pajak Emas Akan Naik

  • Whatsapp

emasSEMARANG, Jowonews.com – Pengusaha pedagang emas kota Semarang mengeluhkan rencana pemerintah memberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk barang mulia. Pasalnya, rencana itu bisa membuat penjualan emas bertambah lesu.

Menurut informasi yang dihimpun, Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodijonegoro akan mengenakan PPnBM guna menggenjot setoran penerimaan pajak tahun 2015 dengan besaran Rp 1.300 triliun. Rencananya dilakukan pada Semester I tahun ini.

Bacaan Lainnya

Besaran PPnBM yang akan dikenakan, hingga kini belum diketahui berapa persen kepada penjual ataupun pembeli emas.

Penanggung Jawab Toko Butik Emas Cabang Semarang,  Yudianto, mengatakan jika rencana pengenaan PPnBM hanya terjadi pada perhiasan saja, pajak tersebut menurutnya akan dikenakan kepada pembeli emas.

“Emas batangan tidak kena, emas koin dinar dan emas perhiasan kena PPnBM yang akan dibebankan kepada pembeli,” katanya.

Menurut dia, saat ini penjualan emas cenderung turun dibandingkan Desember tahun lalu, walaupun harga emas cenderung naik.

“Penjualan pada Desember lalu ditoko ini sekitar 10,7 kilogram, sementara dibulan ini saja masih 2,7 kilogram. Padahal target dari management, setiap bulannya 9 kilogram emas bisa terjual,” ujarnya.

Menurut dia, sepinya pembelian emas di awal tahun ini terjadi lantaran harga sembako yang masih tinggi walaupun harga bahan bakar minyak sudah diturunkan Pemerintah. ” Harga sembako masih sangat mahal, hal tersebut yang mempengaruhi penjualan emas,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Kota Semarang, Bambang Yuwono mengaku keberatan jika emas akan dikenai PPnBM. “Sebelumnya sudah ada pajak sebesar 2 persen kepada pembelii. Kalau PPnBM dinaikan lagi ya jelas penjualan emas akan lesu,” kata dia.

Kalaupun PPnBM akan dinaikan, menurut dia pembeli kalangan menengah kebawah akan menolak dan sangat memberatkan masyarakat.

“Saat ini saja penjualan masih sangat lesu, apalagi kalau ditambah PPnBM, jelas akan tambah lesu,” keluhnya.

Dirinya pun mengamini jika sepinya penjualan emas dipengaruhi oleh belum turunnya harga sembako yang ada di pasaran. “Kalau sembako tetap tinggi, penjualan akan sepi dan banyak toko emas yang gulung tikar. Saat ini masyarakat lebih memilih mencukupi kebutuhan sehari-hari dari pada membeli emas. Harapannya, pemerintah bisa segera menurunkan harga sembako agar penjualan emas bisa bergairah,” pungkasnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *