KP2KKN Gelar Aksi Prihatin, Kriminalisasi KPK Adalah Kejahatan Binatang

  • Whatsapp
Sekretaris KP2KKN melakukan aksi prihatin atas penangkapan Bambang Widjojanto dan doa bersama untuk bangsa.
Sekretaris KP2KKN melakukan aksi prihatin atas penangkapan Bambang Widjojanto dan doa bersama untuk bangsa.
Sekretaris KP2KKN melakukan aksi prihatin atas penangkapan Bambang Widjojanto dan doa bersama untuk bangsa.
Sekretaris KP2KKN melakukan aksi prihatin atas penangkapan Bambang Widjojanto dan doa bersama untuk bangsa.

SEMARANG, Jowonews.com – Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng menggelar aksi prihatin atas penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjayanto.

Pihak KP2KKN mengklaim penangkapan tersebut merupakan kejahatan kriminalisasi yang menodai negara. Menangkap pemberantas korupsi para ‘tikus nakal’ sama halnya kejahatan yang dilakukan layaknya binatang tanpa akal.

Bacaan Lainnya

Sekretaris KP2KKN Jateng Eko Haryanto mengatakan, penangkapan pimpinan KPK sama halnya menodai bangsa. Ia menyayangkan presiden baru Joko Widodo tak tanggap terhadap masalah tersebut dan memilih bersembunyi. Bagi Eko, Indonesia kini tengah sekarat saat peradilan bisa dipermainkan oleh para politikus kotor.

“Jokowi di mana? Apa dia sedang bersembunyi di belakang ketiak ibunya? (Megawati-red)? Melawan KPK adalah tindakan yang sama halnya melawan rakyat,” ungkap Eko di depan patung kuda Undip Pleburan Jalan Pahlawan, Jumat (23/1).

Nada orasi Eko kian meninggi saat menyebut Jokowi sebagai pihak yang memulai permasalahan tersebut. Bahkan, paham negara fasis (pemerintahan diktator/sepihak-red) dirasa Eko mulai berlaku di Indonesia. Tak cukup memaki Presiden, Eko pun menantang Jokowi untuk membuktikan bukan boneka dari partainya.

Aksi protes penangkapan pimpinan KPK yang digelar turut mempertontonkan keprihatinan bangsa dengan membawa kijing. Kijing dari kayu yang diplamir merah tersebut bertuliskan ‘RIP’ Republik Indonesia.

Bahkan, dalam poster lain, aktifis anti korupsi tersebut bersama rekannya menuliskan ‘save KPK, save Indonesia’.

Pengawas KP2KKN Jateng yang juga dosen Unissula Mahfudz Ali menambahkan, jika negara terus dikendalikan politikus busuk, maka akan hancur. Baginya, oligarki kekuasaan harus dilawan agar kebenaran tak dipolitisasi dan diperjual-belikan.

“Republik ini akan hancur jika politisi kian tolol. Innalillahi untuk Indonesia,” ungkap Mahfudz.

Aksi KP2KKN Jateng dilakukan pasca penangkapan Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Polri. Penangkapan tersebut dilakukan atas tuduhan memberikan saksi palsu dalam Pemilukada Kotawinangun Barat Kalimantan Tengah pada 2010. Penangkapan, menurut Eko menjadi miris lantaran berdasarkan laporan politikus PDIP Sugianto Sabran.

Dalam penutupan acara, para aktifis antikorupsi dan KP2KKN menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *