Pertumbuhan Kurang, Beban Jalan di Jateng Semakin Berat

  • Whatsapp
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

Semarang, Jowonews.com – Angkutan barang yang melintas di provinsi Jawa Tengah terus mengalami penambahan. Sementara pertumbungan jalan peningkatannya tidak signifikan. Hal ini menyebabkan beban jalan raya di Jawa Tengah semakin berat.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng selama 2014, angkutan berang yang melintas di provinsi ini mencapai 1.777.866 unit kendaraan, dengan beban mencapai 22.526.510 ton. Jumlah berdasarkan penghitungan kendaraan angkutan barang yang masuk, keluar, melintas antar kabupaten/kota, maupun yang transit.

Bacaan Lainnya

Angkutan barang yang dihitung itu membawa 78 jenis barang, angkutan yang paling banyak melintas dan membawa beban berat itu diantaranya angkutan semen, pasir, hasil hutan, beras, besi beton, dan sebagainya.

Kepala Dishubkominfo Jateng, Urip Sihabudin mengakui, mobilitas angkutan barang yang ada di Jateng ini yang mengakibatkan banyak jalan rusak, terutama adalah angkutan semen dan pasir. Selama tahun 2014, ada 58.428 angkutan semen yang melintas di provinsi ini, dengan beban mencapai 2.198.983 ton.

“Harapan kami, angkutan semen itu akan bisa dialihkan melalui jalur kereta api,” katanya di Semarang, Jumat (23/1).

Kedepan, lanjut dia, untuk mengalihkan angkutan barang dari jalan raya ke jalur kerata api itu, pihaknya akan melakukan reaktivasi 11 jalur kerata, reaktivasi itu baik prasarananya maupun pelayanannya.

“Perlahan satu persatu akan kami lakukan, mulai jalur Tanjung Mas Semarang, Bedono, Purwokerto-Wonosobo, dan lainnya,” lanjut Urip.

Selain itu, dipaparkan Urip, pihaknya juga akan meggabungkan transportasi antar moda, maksudnya kereta api itu bisa mengakses terminal bus, pelabuhan, maupun bandara. Rencananya, pihaknya akan menggabungkan tranportasi antar moda ini di Mangkang Semarang.

“Nanti akan dibangun stasiun kereta api di dekat terminal Mangkang,” imbuhnya.

Untuk pengalihan angkutan barang, dikatakan Urip, yang masih menjadi kendala adalah kurangnya terminal barang, di Kota Semarang sudah ada di stasiun Poncol tapi kurang memadai, di stasiun Jebres Solo juga masih kurang luas.

“Rencana kami, akan dibuat di Stasiun Alas Tua Semarang,” imbuhnya.

Menurut Urip, Gubernur sudah mendorong agar menggerakkan angkutan barang beralih ke jalur kerata api, terutama komoditas semen, pasir, dan keramik.

“Yang paling utama semen, ini luar biasa mobilitasnya, kalau ini lewat kereta, kerusakan jalan akan berkurang,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Edi Sukmoro mengatakan, pada prinsipnya PT KAI berupaya agar angkutan barang itu tidak lewat jalan raya. “Agar bisa mengurangi beban jalan, kami siap sepanjang armada kami bisa mengangkut,” katanya.

Untuk di Jateng, lanjut Edi, pihaknya mempersiapkan reaktivasi rel menuju pelabuhan Tanjung Emas Semarang, agar barang dari pelabuhan bisa diangkut kereta api, sehingga tidak masuk jalan-jalan raya.

“Targetnya tahun ini bisa menyambung, fasilitas untuk menaruh barang kami siapkan, agar barang ini masuk ke kereta api,” imbuhnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *