Tentang Intimidasi, Agustina Minta Heru Buktikan

  • Whatsapp

PDIP

Semarang, Jowonews.com – Pengungkapan adanya intimidasi dan ancaman kepada sejumlah Ketua DPC PDIP menjelang Konferda DPD PDIP Jateng menjadi ‘bola panas’. Sekretaris DPD PDIP Jateng, Agus Tina Wilujeng minta tuduhan itu dibuktikan.

Bacaan Lainnya

“Intimidasi dan ancaman itu tuduhan serius. Kalau tidak bisa dibuktikan bisa menjadi fitnah. Siapa yang melakukan dan siapa yang diintimidasi,”tegas Agustina Wilujeng,

Menurutnya, Ketua DPD PDIP Jateng Heru Sutjatmoko dan anggota Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) DPD PDIP Jateng Suryo Sumpeno harus menjelaskan dan membuktikan apa yang disampaikannya. Sebab, itu sudah masuk kasus pidana.

Akibat tuduhan itu, sekarang ini semua kader PDIP Jaten resah. “Karena ada kabar ternyata selama ini teman-teman DPC PDIP diintimidasi dan diancam,”katanya.

Intimidasi dan ancam-ancaman, masih menurut anggota DPR RI ini, di PDIP sangat pamali (bahasa Sunda, tidak elok-red). Kader di DPC-DPC PDIP adalah kader yang kuat idiologinya dan tidak mungkin bisa diintimidasi dan diancam.

Kalau ada yang bilang, ada yang diintimidasi dan diancam, itu penghinaan pada DPC-DPC PDIP. Mereka selama ini adalah ujung tombak partai. Sementara selama ini DPD PDIP, sifatnya hanya koordinasi saja.

Sehingga tidak mungkin DPD PDIP  bisamengintimidasi dan mengancam. “Bisa dicek kok, siapa ketua DPC PDIP yang akan nyalon bupati/walikota. Apa mereka pernah kita ancam,”bebernya.

Lalu apa maksud statemen Suryo Sumpeno yang juga dibenarkan Ketua DPD PDIP Heru Sudjatmoko?. Agustina Wilujeng mengaku tidak tahu.

“Tapi sebenarnya setiap kader yang bicara di media ada pertanggungjawaban moralnya. Kita sebenarnya baik-baik semua kok. Setiap ketemu ya bersalaman,”ungkapnya.

Lebih lanjut Agustina Wilujeng menyampaikan, dampak dari statemen Suryosumpeno dan Heru Sudjatmiko itu, publik akan melihat bahwa PDIP Jateng pecah. “Makanya harus dibuktikan intimidasi dan ancaman itu. Yang melontarkan harus memberi nama siapa saja yang diintimidasi dan diancam. Kalau tidak ke media ya ke pengurus partai.”Kata dia.

“Asbun (asal bunyi-red) ini menakutkan dan menjadi berita menarik memang. Tapi harus dibuktikan,”pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menjelang Konferensi Daerah (Konferda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P Jateng untuk memilih Ketua DPD, suhu politik di kandang banteng mulai panas. Sejumlah DPC DPI P mulai diancam oleh pihak-pihak tertentu yang merasa kepentingannya terancam.

Adanya ancaman itu disampaikan oleh anggota Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) DPD PDI Perjuangan Jateng, Suryo Sumpeno. “Cabang-cabang (DPC PDI Perjuangan-red) dihardik. Mereka diancam tidak akan diteruskan rekomendasinya bila nyalon bupati/walikota,”tegasnya.

Suro Sumpeno sangat menyayangkan adanya ancaman dan hardikan kepada DPC PDIP diberbagai daerah sekarang ini. Karena, PDI Perjuangan juga tidak pernah mengajarkan praktk-praktek politik intimidasi seperti itu.

“Saya memang tidak melihat dan tidak tahu langsung. Tapi saya ini politisi, jadi telinga saya mendengarnya,”ungkapnya.

Apa yang disampaikan Suryo Sumpeno dibenarkan Ketua DPD PDIP Jateng, Heru Sudjatmoko. Heru mengaku mendengar dan banyak mendapat laporan dari DPC-DPC PDIP yang merasa tidak terima di intimidasi dan diancam.

“Saya juga dengar-dengar seperti itu (ada intimidasi dan ancaman-red ). Namanya juga dinamika politik. Meski Ketua Umum secara tegas melarang sikap seperti itu,”ungkap Heru Sudjatmiko.

Larangan melakukan intimidasi dan ancaman juga dipertegas dalam SK DPP No.66 dan 67 tahun 2014. Dimana dalam rangka konsolidasi 5 tahunan memang ada penjaringan dan penyaringan ketua di struktur partai.

Sesuai arahan ketua umum, dalam rangka penjaringan dan penyaringan tidak boleh seperti yang dulu. Terjadi rebutan dengan suara terbanyak. “Segala cara dulu dipergunakan, terjadi intimidasi, ancam-ancaman dan money politik untuk mendapatkan dukungan,”bebernya.

“Tapi namanya dinamika. Apa yang disinyalir Suryo Sumpeno (anggota Dewan Pertimbangan Daerah DPD PDIP Jateng-red) memang benar adanya. Tapi kita sebisa mungkin menegakkan aturan. Karena kita mengutamakan musyawarah mufakat,”akunya.

DPC PDIP mana saja yang telah diancam?. Heru Sudjatmoko tidak mau membeberkan secara gamblang. Termasuk siapa yang telah melakukan intimidasi dan ancaman itu. Dirinya takut malah akan menjadi pro dan kontra di internal PDIP Jateng.

Meski Heru Sudjatmoko tidak mau menyebutkan secara gamblang, menurut informasi dari ‘kandang banteng’, DPC PDIP yang diintimidasi dan diancam antaralain Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Rembang dan Brebes.

“Intimidasi dan ancaman itu terjadi karena ada yang ingin jadi Ketua DPD PDIP Jateng, tapi memakai cara lama. Ini jelas menyimpang dari harapan ketua umum dan SK DPP No.66 dan 67 tahun 2014,”ungkap sumber yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan.

Orang yang di intimidasi dan diancam itu,  karena tidak terima lalu lapor ke Ketua DPD PDIP Heru Sudjatmoko. “Yang ingin menjadi ketua itu dari DPP PDIP dan menjadi pembina DPD PDIP Jateng. Sehingga punya pengaruh,”ungkap sumber.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *