Akses Jalan Damarwulan –  Tempur Terancam Longsor

  • Whatsapp

longsorJEPARA, Jowonews.com – Intensitas dan curah hujan tinggi, menyebabkan kekhawatiran warga yang berada di dataran tinggi. Tidak terkecuali bagi mereka yang tinggal di perbukitan Desa Tempur Kecamatan Keling.

Akses jalan penghubung Desa Damarwulan  – Tempur nyaris terputus terkena longsor. Sebagian aspal di sisi kanan jalan sudah mulai tergerus longsoran, sehingga cukup membahayakan bagi pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Hal ini sebagimana pantauan yang dilakukan Wakil Bupati Jepara Subroto  dengan didampingi dinas instansi terkait, Kamis (22/01) sore.

Petinggi Desa Tempur Sutoyo mengungkapkan, longsor di Desa Tempur terjadi di wilayah RT 01 RW 01. Kondisinya cukup mengkhawatirkan karena jalan tersebut merupakan satu satunya akses menuju tempat tinggalnya. Selain wilayah RT 01 RW 01, longsor juga sempat terjadi dan mengenai rumah milik Parsan warga RT 1 RW 3, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Hingga saat ini, seluruh warga Desa Tempur diinstruksikan untuk tetap siaga. JIka sewaktu terjadi bencana seperti tahun -tahun ssbelumnya,” ujarnya.

Menurut Sutoyo, masyarakat di desanya sudah terbiasa dengan kondisi tersebut. JIka sewaktu waktu terjadi bencana khususnya longsor, mereka akan turun langsung dan bergotong royong membersihkan longsoran tersbut. “Tanpa kami perintahkan, biasanya mereka sudah mempunyai kesadaran sendiri,” katanya

Melihat kondisi ini, Wakil Bupati Jepara Subroto menginstruksikan secara langsung kepada petinggi, untuk segera membuat surat yang ditujukan kepada bupati Jepara tentang kondisi di wilayah Tempur.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, akan menindaklanjutnya dengan menurunkan dana talangan darurat untuk mengatasi masalah tersebut termasuk segera mengantisipasi dan memperbaiki infrastruktur jalan, agar longsoran ini tidak semakin parah.

“Kami instruksikan kepada petinggi, untuk segera mengirimkan surat kepada bupati agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dikatakan Subroto, akses jalan ini merupakan sesuatu yang sangat vital. Jika, akses jalan ini terputus, maka kegiatan perekonomian masyarakat jug akan lumpuh.

Sementara itu, Camat Keling Arwin Noor Isdianto yang turut dalam rombongan mengatakan, longsor yang terjadi di Desa tempur terjadi hampir tiap tahun. Bahkan tahun lalu, sempat menutup akses jalan menuju desa tersebut.

Sebenarnya pemerintah sudah mengupayakan dengan membuka jalur alternative dari Dukuh Duplak Desa Tempur menuju Desa Sumandingdengan jarak tempuh sekitar 5 kilometer.

Untuk merealisasikan rencana itu, telah digelontorkan masing maisng desa Rp 100 juta. Diharapkan tahun ini, jalan tersebut sudah selesai dikerjakan.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *